Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, July 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Apa Kamu Bersedia Dioperasi Dokter Bedah Berusia di Atas 65 Tahun?

Ilustrasi. (dok. Shutterstock)

Topcareer.id – Hampir di tiap profesi apapun memiliki batas usia produktif dalam melakukan pekerjaannya. Usia produktif atlet sepak bola tentu akan beda dengan seorang dokter. Bagaimana dengan usia pensiun atau batas usia produktif dokter bedah?

Menurut data dari American Medical Association, banyak ahli bedah terus berlatih di luar usia pensiun “standar” di 65,6. Itu berarti usia pensiun sesungguhnya para ahli bedah ini ada di umur 65 tahun. Namun, banyak kasus menunjukkan di atas usia itu mereka masih aktif dan produktif melakukan operasi.

Salah satu yang terkenal, yakni Alla Illyinichna Levushkina. Dia adalah seorang ahli bedah di Rumah Sakit Kota Ryazan dekat Moskow, dan meskipun umurnya hampir 90 . Hingga 2017, ia masih melakukan 4 operasi setiap hari.

Baca juga: Alasan Kenapa Tulisan Tangan Dokter Terkenal Buruk

Ia telah menjadi ahli bedah selama 67 tahun, dan melakukan lebih dari 10.000 operasi. Meski begitu, ia tidak memiliki niat untuk menurunkan aktivitasnya. Dia dianggap sebagai ahli bedah tertua yang masih bekerja di dunia.

“Menjadi dokter bukan hanya profesi tetapi gaya hidup. Jika saya berhenti bekerja, siapa yang akan melakukan operasi?” Katanya kepada Lite FM ketika ditanya apakah dia punya rencana untuk pensiun.

Idealkah masih melakukan operasi setelah umur 65?

Tenaga kerja dokter telah tumbuh semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Hampir seperempat dokter praktik berusia 65 tahun atau lebih pada 2015, menurut American Medical Association. Pada 2017, lebih dari 122.000 dokter dalam kelompok usia itu terlibat dalam perawatan pasien.

Peneliti dan analis perawatan kesehatan memperdebatkan apa yang harus dilakukan tentang gelombang penuaan praktisi ini.

“Kita tahu bahwa kemampuan manusia berkurang seiring bertambahnya usia,” kata Dr. Mark Katlic, ahli bedah dada yang mendirikan program Rumah Sakit Sinai dalam laman The New York Times.

Baca juga: Kisah Inspiratif Dokter Lie, Berbagi Sehat lewat RS Apung Gratis

Studi belum menghasilkan jawaban yang jelas untuk pertanyaan seperti itu. Kognisi dan kemampuan lain menurun seiring bertambahnya usia – tetapi variabilitas antara individu meningkat.

Apakah ahli bedah yang lebih tua memiliki hasil yang lebih buruk daripada yang lebih muda juga masih bisa diperdebatkan, karena puluhan tahun pengalaman dan penilaian dapat mengimbangi penurunan fisik atau kognitif yang sederhana.

Satu studi besar pasien Medicare menemukan ahli bedah di atas usia 60 memiliki angka kematian yang lebih tinggi untuk beberapa jenis operasi, termasuk bypass koroner, tetapi tidak untuk prosedur lain. Dan perbedaannya kecil, sebagian besar terjadi di antara dokter yang melakukan beberapa operasi.

Tahun lalu, sebaliknya, para peneliti meninjau catatan untuk hampir 900.000 pasien Medicare melaporkan bahwa operasi oleh ahli bedah yang lebih tua menghasilkan angka kematian yang lebih rendah daripada yang dilakukan oleh dokter yang lebih muda.

“Mungkin sebagian kecil ahli bedah berusia 70-an yang memiliki masalah, mungkin 5 atau 10 persen. Tapi merekalah yang ingin kami identifikasi,” kata Dr. Katlic. *

Leave a Reply