Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, July 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Sosok

Kisah Inspiratif Dokter Lie, Berbagi Sehat lewat RS Apung Gratis

Sumber foto: TribunnewsSumber foto: Tribunnews

Topcareer.id – Jika kamu pernah mendengar mengenai keberadaan Rumah Sakit Apung (RSA), ada sumbangsih besar dokter Lie Augustinus Dharmawan di dalamnya.

Ya, di usianya yang tak lagi muda, dokter ahli bedah toraks, jantung, dan pembuluh darah kelahiran Padang, 16 April 1946 ini mewujudkan mimpi luhur dengan membangun Rumah Sakit Apung Gratis.

RS Apung rintisannya sejauh ini telah berlayar ke hampir seluruh pulau di Indonesia, termasuk Pulau Kisar, Maluku.

“Idenya muncul di tahun 2009. Ketika saya mengoperasi seorang anak di Kei (Maluku). Anak (itu) datang dari Saumlaki, dengan usus terjepit. Perjalanan dari Saumlaki ke Pulau Kei itu membutuhkan waktu tiga malam dua hari,” ucap pendiri Yayasan Dokter Perduli (doctorSHARE) ini di sebuah video yang dirilis kitabisa.com, belum lama ini.

“Secara teoritis medis itu sudah sangat terlambat. Anak datang dalam keadaan jelek, operasi dilakukan, anak itu sembuh. Bukan karena kepandaian dokternya, tapi karena kuasa Ilahi yang melindungi anak ini.”

Dari sana, dokter Lie pun memiliki ide untuk menyediakan fasilitas bagi masyarakat di pedalaman yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Saya terdorong untuk memberikan bantuan kepada mereka, yang jauh dari Jakarta. Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan membawa seluruh peralatan yang dibutuhkan ke sana. Singkatnya sebuah rumah sakit,” ujar dokter Lie.

Sumber foto: Tribunnews
Sumber foto: Tribunnews

Baca juga: Dampak Positif Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Saat akan mengawali langkahnya, dokter Lie sadar jika orang-orang akan sulit menerima ide besarnya. Ia akhirnya memutuskan untuk memulainya sendiri dengan menjual rumahnya, dan membeli sebuah kapal pinisi di tahun 2010 yang lantas ia jadikan sebagai RS Apung pertamanya.

Bersama timnya, dokter Lie bertualang membantu orang-orang di daerah pedalaman yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“(Kapal) ini adalah Rumah Sakit. Dan dengan demikian segala fasilitas yang ada di dalam rumah sakit ini harus sesuai standar. Jadi kami ada kamar bedah 2 buah, laboratorium, X-ray, ruang perawatan 40 tempat tidur, ruang perawatan baby, semuanya komplit lah,” ucap dokter Lie.

Tak hanya RS Apung, doktor Lie juga memiliki terobosan lain yaitu Flying Doctor atau Dokter Terbang. Pelayanan ini dipersembahkannya bagi masyarakat di area pegunungan yang masih kesulitan mengakses transportasi darat.

Sumber foto: tionghoa.info
Sumber foto: tionghoa.info

Baca juga: Tiga Tokoh Sukses yang Berhasil Mengubah Haluan Karier

Berawal dari kenangan masa lalu

Niat baik dokter Lie merintis RS Apung dan Flying Doctor bukan muncul tak sebab. Keinginan itu lahir dari kenangan pahitnya di masa lalu, tepatnya ketika sang adik meninggal akibat tak mendapat pengobatan yang memadai kala terkena diare.

Kini, apa yang diupayakan dokter Lie mulai menunjukkan hasil. Meski awalnya sampai harus menjual rumah, kini ia telah memiliki 3 RS Apung.

Kemunculannya di sebuah acara talkshow di televisi pada 2014 lalu berhasil menarik hati para donatur dan relawan untuk ikut berjuang bersama.

Ke depannya, dokter Lie berharap agar pelayanan kesehatan bisa terus berkembang dan mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Ia percaya, seluruh rakyat Indonesia berhak untuk hidup sehat.

“Sebenarnya kalau kita melihat begitu banyak pulau yang belum terjelajahi, enggak mungkin dijelajahi oleh kami dengan kekuatan yang minim ini. Kita mungkin butuh 100 kapal secara keseluruhan. Dan saya harap, sila ke-5 Pancasila, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” benar-benar bisa dihadirkan,” ucap dokter Lie.

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply