TopCareerID

Hei Startup, Pilih Inkubator atau Akselerator? Cari Tahu Bedanya

Ilustrasi startup. Sumber foto: Pixabay

Ilustrasi startup. Sumber foto: Pixabay

Topcareer.id – Ada satu cara agar startup yang kamu bangun bisa cepat berkembang, yakni dengan ikut bergabung dalam program akselerator atau inkubator.

Namun, ada beberapa letak perbedaan dari kedua program penunjang kehidupan startup ini.  

Inkubator menawarkan bantuan startup pada tahap awal, seperti model bisnis, konsep bisnis hingga pendanaan pembentukan produk awal. Di fase inkubator ini, para founder atau pendiri startup disiapkan untuk masuk ke fase akselerator yang akan lebih banyak mendapat pendanaan tahap lanjut.

Inkubator berbeda dari akselerator dalam beberapa cara. Mereka cenderung mengizinkan startup untuk secara fisik mendasarkan diri mereka dalam jangka waktu lebih lama. Inkubator juga lebih mungkin dijalankan oleh organisasi nirlaba seperti universitas, badan pemerintah atau kelompok sipil.

Sementara, akselerator memiliki karakteristik mempercepat atau meningkatkan akselerasi pertumbuhan pada startup. Akselerator bakal menawarkan sejumlah uang, kemudian mentoring, serta konsultasi. Tujuannya meningkatkan nilai dan menumbuhkan bisnis.

Jika inkubator menyiapkan founder untuk maju ke tahap akselerator, maka di tahap ini akselerator menyiapkan tim startup maju pitching ke hadapan investor. Jadi, para pendiri bakal digodok dengan menerima bimbingan demi bimbingan untuk percepatan perusahaan startup mereka.

Baca juga: Ingin Mulai Bisnis Startup? Perhatikan 9 Hal Penting Ini

Lamanya Waktu

Dilansir dari Entrepreneur, inkubator beroperasi pada timeline yang open-ended atau lebih terbuka dengan waktu. Mereka lebih fokus pada umur panjang startup dan kurang peduli dengan seberapa cepat perusahaan tumbuh. Tidak jarang inkubator membimbing perusahaan rintisan selama lebih dari satu setengah tahun, intinya bisa bertahun-tahun.

Akselerator beroperasi pada jangka waktu tertentu, yang biasanya berlangsung selama tiga hingga empat bulan. Selama periode ini, startup membangun bisnis mereka dengan dukungan mentor dan modal yang disediakan oleh akselerator. Di akhir program, para startup mendapat kesempatan untuk mempromosikan bisnis mereka kepada para investor.

“Tujuan dari akselerator adalah untuk membantu startup melakukan pembangunan bisnis yang biasanya dilakukan sekitar dua tahun, namun dipercepat hanya dalam beberapa bulan,” kata Mike Bott, General Manager of the Brandery dalam kutipan yang dilansir Techrepublic.

Modal investasi

Inkubator tidak secara tradisional menyediakan modal untuk startup dan biasanya didanai oleh universitas atau organisasi pengembangan ekonomi. Mereka juga biasanya tidak mengambil saham ekuitas di perusahaan yang mereka dukung.

Akselerator benar-benar menginvestasikan sejumlah modal khusus dalam startup sebagai pertukaran untuk persentase ekuitas yang telah ditentukan. Karena investasi ini, akselerator memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam keberhasilan startup.

Mana yang Baik?

Menurut Richard Dale, anggota komite dari Sydney Angels, ketika mempertimbangkan akselerator atau inkubator, penting untuk melihat rekam jejaknya, dan menentukan apakah ada bukti lulusan yang berhasil.

Begitu juga dengan kualitas mentor, relevansi pengalaman, keahlian mereka dengan industri, dan jenis bisnismu. Semua hal itu akan sangat memengaruhi kesuksesanmu, jadi ini juga perlu dipertimbangkan.

“Akhirnya, tanyakan pada dirimu, apa yang saya dapatkan untuk uang saya, dan ekuitas saya? Pakar, modal kerja, dan bantuan khusus domain praktis; atau buku belajar, biaya, serta saran dan layanan umum?”

Ia menambahkan, relevansi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini akan bervariasi untuk tiap startup. Jadi sangat penting untuk memahami apa yang kamu butuhkan agar berhasil sebelum mengikuti program incubator atau akselerator.

Baca juga: 4 Perusahaan Startup Besar Ini Bangkrut

Sementara menurut Ketua Growth Builder, Ben Fletcher, akselerator mungkin bisa jadi cara yang brillian, tetapi mereka pasti berbeda dalam hal output, fokus, dan juga kualitas dalam beberapa kasus.

“Akselerator top menarik perusahaan terbaik dan mentor terbaik, tapi saya tidak yakin. Tidak semua akselerator memberikan manfaat yang sama.”

Editor: Feby Ferdian

Exit mobile version