Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Profesional

Langkah Penting Perusahaan Agar Tak Mudah Kehilangan Karyawan

Ilustrasi karyawan kerja ke kantor.Dok. Parade

Topcareer.id – Meski kamu sedang berada di puncak karier atau pekerjaan sudah sesuai impian, tetapi bahagia dalam bekerja tidak selalu jadi hal yang mudah. Begitukah? Ada kalanya, kamu mungkin sangat-sangat ingin resign karena merasa tidak bahagia.

Perusahaan software menajamen proyek Wrike mengatakan, lebih dari seperempat karyawan yang disurvei akan meninggalkan pekerjaan mereka dalam 12 bulan ke depan jika tingkat stress mereka tidak berubah.

Dan 67% karyawan mengatakan mereka kadang-kadang, selalu, atau sangat sering emosi di tempat kerja, menurut analitik tempat kerja dan perusahaan konsultan Gallup.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental dengan Cara Ini

Satu langkah penting yang dapat diambil pengusaha atau perusahaan untuk membuat pekerja bahagia dalam peran mereka adalah memberi mereka lebih banyak kewenangan pribadi tentang bagaimana, kapan, dan di mana mereka bekerja.

Hal itu seperti yang disampaikan Laura Vanderkam, pakar manajemen waktu yang telah menulis beberapa buku tentang produktivitas dan keseimbangan kehidupan kerja, termasuk Off the Clock: Feel Less Busy While Getting More Done.

“Memiliki kendali atas waktumu sebenarnya sangat besar. Itu memberi rasa hak pilihan atas hidupmu sendiri yang secara besar berkorelasi dengan kepuasan hidup,” kata Vanderkam dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Business Insider.

Memaksimalkan waktu karyawan sangat penting untuk membuat pekerja bahagia, baik itu fleksibel ketika bekerja terkait tempatnya, tak mesti ngantor atau menyesuaikan jam kerja tergantung pada beban kerja.

Misalnya, mewajibkan karyawan untuk datang lebih awal atau terlambat terlepas dari apakah ada atau tidak ada pekerjaan baginya untuk dilakukan, mungkin bukan cara terbaik untuk membuat seorang pekerja puas dalam peran mereka.

“Itu bisa membuatmu merasa sangat tak berdaya, dan seperti kamu menyia-nyiakan hidupmu. Dan perasaan itu tentu saja, sangat negative,” kata Vanderkam.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh penyedia software sumber daya manusia Zenefits pada 2018, 78% karyawan mengatakan bahwa kerja fleksibel membuat mereka merasa lebih produktif di tempat kerja. Sementara 73% mengatakan, kerja fleksibel meningkatkan kepuasan dalam pekerjaan mereka.

Tetapi bekerja secara fleksibel bukan berarti sedikit bekerja. Mendapatkan hak istimewa untuk bekerja dari jarak jauh atau bekerja di waktu yang disuka membuatnya lebih mudah untuk menyeimbangkan komitmen, atau menjadi lebih produktif daripada biasanya selama hari kerja. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply