- Advertisement -
TopCareerID

Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Tuesday, February 18, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Lucid Dreaming, dan Bagaimana Bisa Terjadi?

Sumber foto: Hello Sehat

Topcareer.id – Pernahkah kamu menyadari bahwa kamu sedang bermimpi, lalu berhasil mengendalikan narasi impianmu? Jika jawabannya iya, kamu telah mengalami apa yang disebut lucid dream.

Biasanya, ketika sedang bermimpi, kita tidak akan sadar bahwa mimpi itu tidak nyata. Kita baru menyadari keanehannya setelah benar-benar terbangun.

Mengutip medicalnewstoday.com, Rabu (12/02/2020), catatan pertama tentang lucid dreaming muncul dalam risalah On Dreams yang ditulis oleh filsuf Yunani Kuno, Aristoteles. Di dalamnya, ia menggambarkan sebuah contoh kesadaran diri selama berada dalam keadaan mimpi.

Tidak jelas berapa banyak orang yang benar-benar bisa mengalami lucid dreaming, meskipun studi tertentu telah mencoba mengumpulkan informasi mengenai prevalensinya.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Brasil mensurvei 3.427 peserta dengan usia rata-rata 25 tahun. Hasil survei menunjukkan bahwa 77 persen responden pernah mengalami lucid dreaming setidaknya sekali.

Kapan itu terjadi, dan seperti apa rasanya?

Seperti kebanyakan mimpi, lucid dreaming biasanya akan terjadi selama tidur dan ditandai dengan gerakan mata yang cepat. Bagi sebagian orang, ini terjadi secara spontan. Namun, ada yang sengaja melatih diri mereka untuk bisa mulai bermimpi dengan jernih atau mengontrol mimpinya menjadi lebih baik.

Sejauh mana seseorang dapat memengaruhi mimpi mereka agar bisa mencapai tahap lucid dreaming juga sangat bervariasi. Beberapa orang mungkin langsung bangun begitu menyadari bahwa mereka telah bermimpi.

Orang lain mungkin dapat memengaruhi tindakan mereka sendiri di dalam mimpi, atau bagian dari mimpi itu sendiri. Orang yang bisa melakukan lucid dreaming mampu memanipulasi narasi mimpi untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi dirinya sendiri.

Menurut para ahli, orang yang suka bermain game atau gamers lebih mungkin untuk bisa mengalami lucid dreaming. Penelitian dari University of Lincoln mengungkapkan bahwa orang-orang yang bisa menguasai lucid dreaming bisanya memiliki skill problem solving yang lebih baik.

rinoprasetyo16@gmail.com'
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply