Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
LifestyleTren

Keraguan Dunia atas Klaim Indonesia Bebas Korona

Ilustrasi virus korona. (dok. Webmd)

Topcareer.id –  Hingga saat ini, Indonesia masih mengklaim aman dari virus korona karena tak ada kasus terinfeksi yang dilaporkan.

Namun, banyak negara yang masih meragukan pernyataan Indonesia soal virus ini. Berikut beberapa alasan di balik keraguan tersebut.

Pertama, Indonesia punya penerbangan langsung dari Wuhan, China di mana wilayah itu merupakan pusat virus bermula. Baru pada pada 24 Januari lalu, pemerintah Indonesia lewat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghentikan penerbangan dari atau ke Wuhan.

Menurut Budi, ada dua maskapai yang melayani penerbangan Wuhan-Indonesia, yakni Lion Air dan Sriwijaya Air. Dan semua jadwal penerbangan kedua maskapai itu dari Wuhan ke Denpasar, Bali.

Keraguan itu seperti yang disebutkan oleh Peneliti di Universitas Harvard Sekolah Kesehatan Masyarakat T.H. Chan. Ia memperingatkan bahwa Indonesia harus memperkuat pengawasan dan langkah-langkah pengendalian wabahnya, mengingat pihaknya melakukan penerbangan langsung dari Wuhan, China.

Studi Harvard menghitung bahwa Indonesia seharusnya sudah mengonfirmasi hingga 10 kasus virus korona sekarang. Mengingat ada lebih dari 2 juta turis China mengunjungi Indonesia pada 2019 dengan penerbangan langsung dari Wuhan, bagaimana bisa Indonesia masih belum melaporkan adanya infeksi virus korona hingga saat ini?

Faktor selanjutnya, Indonesia merupakan negara dengan penduduk 260 juta orang, tapi belum memastikan satu kasus pun. Sementara, negara-negara tetangga sudah melaporkan beberapa kasus terinfeksi, seperti di Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Jadi, tentu keraguan muncul, bagaimana mungkin Indonesia tak laporkan satu kasus sekalipun dengan kemungkinan itu?

“Tentu sangat mengejutkan (Indonesia belum mengonfirmasi kasus virus), harus menjadi alasan untuk beberapa kekhawatiran bahwa mungkin ada beberapa kasus yang tidak terdeteksi,” kata Kepala Petugas Medis Australia Brendan Murphy dalam laman International Business Times, Rabu (13/2/2020).

Upaya yang dilakukan Indonesia

Meski keraguan dan kehawatiran menghampiri Indonesia, pemerintah sendiri menepisnya dengan berbagai upaya yang dilakukan, baik pencegahan, deteksi, hingga penanggulangan ketika ada yang terinfeksi.

Indonesia telah menyiapkan 100 rumah sakit di seluruh penjuru negeri untuk calon pasien virus. Pemerintah juga telah mengkarantina lebih dari 238 warganya yang dievakuasi dari provinsi Hubei, rumah bagi Wuhan, ke pulau Natuna, utara Kalimantan.

“Indonesia telah mengambil langkah nyata dan Organisasi Kesehatan Dunia cukup yakin bahwa Indonesia siap untuk dapat menanggapi situasi ini,” kata Navaratnasamy Paranietharan, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia Indonesia, Selasa (11/2/2020).

Sementara itu, terkait 238 WNI yang kini dikarantina di Natuna setelah dievakuasi dari dari China, Peneliti senior Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof David H Muljono menilai bahwa mereka memiliki kemungkinan kecil terinfeksi COVID-2019. Apalagi setelah menjalani masa observasi hampir 14 hari, dan tak ada gejala terinfeksi virus.

David menilai, sebanyak 238 WNI yang dikarantina di Natuna selalu dalam pemantauan dokter dan dinyatakan sehat. Oleh karena itu, dia berpendapat hal tersebut membuat kebijakan bahwa para WNI itu tidak perlu pemeriksaan laboratorium selepas karantina.

“Dan ini sudah berlangsung hampir 14 hari, dan tidak ada korban, mudah mudahan tidak ada. Ini rata-rata mereka tidak menimbulkan apa-apa. Berbeda kalau baru datang (ada yang bergejala), periksa semua. Tapi kalau sekian hari tidak, kemungkinan mendapatkan virus ini juga kecil,” kata David, Rabu (12/2/2020).

Namun, meski telah dinyatakan negatif dan selesai menjalani observasi kesehatan tersebut, mereka masih harus tetap diawasi kesehatannya apabila mengalami gejala COVID-19 seusai masa karantina.

Leave a Reply