Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kita Kerap Salah kaprah, Masker Dirancang untuk Orang Sakit

Wabah virus korona di Wuhan. (dok. The Conversation)

Topcareer.id – Masker wajah berupa masker bedah ataupun N95 semakin terkenal dan begitu dibutuhkan saat virus korona Covid-19 mewabah di Wuhan, China dan puluhan negara lainnya. Belum lama ini kita di Indonesia dihebohkan kabar masker dijual dengan harga selangit, padahal belum ada kasus korona mewabah di sini. Tapi pertanyaannya, benarkah masker efektif mencegah tertular visrus korona?

Para ahli menyatakan masker tak cukup baik dalam upaya pencegahan tertularnya virus.

Dalam laman Business Insider, menurut para ilmuwan dan dokter yang mempelajari penyakit ini, masker bedah biasanya lebih bermanfaat bagi orang yang sudah sakit untuk mencegah infeksi menular ke orang lain.

Masker bedah standar dirancang untuk memblokir partikel besar dan tetesan, bukan partikel virus kecil, dan mereka biasanya longgar dengan celah di sekitar hidung, mulut, dan dagu.

Baca juga: Virus Korona Lebih Fatal Imbasnya pada Laki-laki Dibanding Perempuan

Masker respirator yang lebih kuat dapat lebih efektif melindungi dari virus tetapi hanya jika mereka dipasang secara individual untuk membentuk segel yang rapat.

“Tetesan kecil (droplets) yang menular tidak dapat disaring oleh masker bedah,” kata Hyo-Jick Choi, asisten profesor teknik kimia dan bahan di University of Alberta, mengatakan kepada Business Insider Today.

“Pada saat yang sama, respirator dan masker bedah tidak memiliki fungsi untuk membunuh virus, jadi ketika tetesan pembawa virus berada di permukaan masker dan respirator, mereka dapat bertahan hidup minimum beberapa jam hingga seminggu,” lanjutnya.

Itu berarti mengenakan topeng dengan partikel virus di dalamnya terlalu lama benar-benar bisa membuatmu dan orang lain dalam bahaya.

Sementara itu, Dr. William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center menyampaikan bahwa pemakaian masker N95 adalah urusan serius.

Baca juga: Cuci Tangan Bisa Cegah Korona, Bagaimana dengan Hand Sanitizer?

Petugas kesehatan yang menggunakan respirator ini diharuskan oleh hukum untuk menjalani tes fit tahunan, yakni pemeriksaan untuk memastikan masker membentuk segel ketat pada wajah pemakai sehingga udara yang terkontaminasi tidak dapat bocor.

Meskipun N95 dapat dibuang, pekerja harus juga menunjukkan bahwa mereka tahu cara memakai dan memakai model yang mereka gunakan.

“Jenis masker ini sulit dipakai karena tidak nyaman. Beberapa orang merasa lebih sulit bernapas saat mengenakan N95. Tetapi itulah jenis perlindungan yang benar-benar berfungsi,” kata Schaffner dalam NPR.

Sementara respirator N95 tersedia untuk umum untuk dibeli, tidak ada rekomendasi dari lembaga kesehatan bagi masyarakat umum untuk memakainya. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan