Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Januari 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Virus Korona Lebih Fatal Imbasnya pada Laki-laki Dibanding Perempuan

Topcareer.id – Faktor usia dan penyakit bawaan memengaruhi tingkat kesembuhan atau kematian seorang pasien virus korona Covid-19. Virus itu juga tak pandang buli menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, studi besar baru-baru ini dari peneliti China menyebut, laki-laki memiliki risiko kematian yang lebih tinggi daripada perempuan saat terinfeksi korona.

Dilansir dari laman CNBC, dalam penelitian yang diterbitkan Senin (17/2/2020), analis mempelajari 72.314 catatan pasien dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.

Catatan merinci 44.672 kasus dikonfirmasi dari virus korona, 16.186 kasus yang dicurigai dan 889 kasus di mana pembawa virus korona tidak menunjukkan gejala. Pasien dikategorikan ke dalam tiga kelompok tergantung pada apakah gejalanya ringan, berat atau kritis.

Baca juga: Virus Korona Berdampak pada 5 Juta Bisnis di Seluruh Dunia

Menurut penelitian, sebagian besar kasus yang dikonfirmasi dicatat pada orang berusia 30 hingga 69 tahun. Sebagian besar dari mereka yang didiagnosis virus corona dilaporkan terkena “paparan terkait Wuhan,” sementara 81% dari kasus yang dikonfirmasi diklasifikasikan kategori ringan.

Menurut temuan, hanya 4,7% dari kasus yang dikonfirmasi telah mencapai status “kritis”, yang berarti pasien telah menunjukkan gejala seperti gagal napas, syok septik dan disfungsi atau kegagalan beberapa organ. Namun, data menunjukkan setengah dari kasus yang dikategorikan kritis telah berakibat fatal.

Data CCDC juga menunjukkan bahwa tingkat kematian lebih tinggi di antara laki-laki daripada perempuan. Pejabat mencatat tingkat kematian 2,8% untuk pasien laki-laki dibandingkan 1,7% untuk perempuan.

Pasien laki-laki menyumbang 22.981, atau 51%, dari total kasus yang dikonfirmasi, sedangkan virus corona telah dikonfirmasi pada 21.691 pasien perempuan pada 11 Februari, ketika pengumpulan data berakhir.

Baca juga: Tiga WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Korona

Simon Clarke, associate professor di mikrobiologi seluler, mengatakan pada Selasa (18/2/2020(, perbedaan statistik pada jenis kelamin mungkin bukan karena biologi.

“Mungkin tergantung pada jenis laki-laki dan perempuan yang termasuk dalam analisis; mungkin paparan pasien terhadap situasi yang akan menempatkan mereka pada risiko. Jadi mungkin bukan alasan biologis yang mendasari,” katanya kepada CNBC.

“Kamu dapat mengecualikan segala macam faktor sosial lainnya untuk dapat mengatakan ada perbedaan biologis yang nyata.” *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan