Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Januari 24, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Olahraga CrossFit dan Resikonya

Olahraga CrossFit. (dok. crossfitncr)

Topcareer.id – Menurut sebuah kabar yang dikatakan berasal dari Bunga Citra Lestari pada pihak Rumah Sakit MMC, suaminya Ashraf Sinclair melakukan olahraga crossfit beberapa jam sebelum meninggal dunia akibat serangan jantung. Bila demikian adanya, kita pantas bertanya, apakah olahraga CrossFit? Dan betulkah ada risiko kesehatan bagi pelakunya?

CrossFit menjadi latihan yang sangat populer sejak beberapa tahun yang lalu. CrossFit dipraktikkan oleh anggota lebih dari 13.000 gym yang berafiliasi di 120 negara. Di Amerika sendiri saja, ada lebih dari 7.000 gym yang menawarkan program CrossFit.

Diperkirakan ada sekitar 4 juta CrossFitters di Amerika, dan para anggotanya sangat mengabdikan diri pada pendekatan kompetitif untuk kebugaran sehingga masyarakat bahkan telah menggambarkan olahraga CrossFit sudah seperti ibadah wajib.

Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal, Ini Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda

Dengan tenarnya olahraga ini, kamu mungkin bertanya-tanya apakah program ini sesuai untuk dirimu. Seperti dikutip dari Nbc.com, ini yang perlu kamu ketahui tentang CrossFit, dan bagaimana menentukan apakah itu tepat untuk kamu.

Apa itu CrossFit?
CrossFit adalah latihan kekuatan dan pengkondisian yang terdiri dari gerakan fungsional yang dilakukan pada tingkat intensitas tinggi. Gerakannya adalah tindakan yang biasa kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti jongkok, menarik, mendorong, dll.

Banyak latihan menampilkan variasi squat, push-up, dan angkat berat yang berlangsung selama jumlah waktu yang telah ditentukan sebelumnya untuk membantu membangun otot.

CrossFit Journal mencatat bahwa latihan ini sangat efektif karena penekanan mereka pada elemen beban, jarak dan kecepatan, yang membantu peserta mengembangkan tingkat daya yang tinggi. Latihan bisa menggunakan peralatan yang berbeda untuk mencapai ini seperti kettle bells, rowers and bikes, medicine balls, speed ropes, rings dan plyo boxesbel ketel.

Olahraga ini secara universal dapat diukur dan dimodifikasi untuk semua tingkat kebugaran, sehingga dapat disesuaikan untuk memenuhi tujuan dan tingkat kebugaran tubuh saat ini.

Baca juga: Mengenang Perjalanan Cinta Ashraf Sinclair dan BCL

Latihan, rasakan, dan turunkan berat badan dengan tantangan dalam waktu 30 hari
Para penyembah CrossFit mengatakan bahwa olahraga ini cocok untuk semua orang. Tony Caravajal, pelatih CrossFit L-2 bersertifikasi L-2 dengan RSP Nutrition, sangat percaya bahwa CrossFit bermanfaat bagi seluruh usia, dimulai dengan remaja. Menurutnys kelas CrossFit Kids adalah cara yang fantastis untuk membantu anak mengembangkan keseimbangan, koordinasi, serta keterampilan motorik yang tepat.

Patrick Zeiher, pemilik CrossFit Indian Trail, mencatat bahwa salah satu alasan CrossFit sangat bermanfaat untuk segala usia adalah bahwa kebutuhan fisik seseorang bervariasi berdasarkan tingkatannya, bukan berdasarkan jenisnya.

Elemen penting lain dari CrossFit adalah semangat olahraga dan kompetisi. Banyak gym CrossFit menggunakan tindakan strategis, seperti menjaga papan skor dan memposting pemenang ke media sosial, sebagai motivasi daripada sistem hadiah.

Ada beberapa risiko melakukan latihan CrossFit
Seperti halnya latihan intensitas tinggi, ada beberapa risiko yang terlibat. Satu studi menemukan bahwa 20 persen dari peserta CrossFit yang disurvei melukai diri mereka sendiri saat melakukan latihan CrossFit.

Cuyler Hudson, seorang ahli terapi fisik mengatakan “Tingkat cedera CrossFit adalah sekitar 20 persen, yang berarti 20 persen orang yang melakukan latihan CrossFit secara teratur bisa terluka di beberapa titik.” Diakuinya bahwa ia melihat CrossFitters yang mengalami cedera biasanya juga akan terjadi kelelahan, menyebabkan beban bergeser dari area yang seharusnya ke area yang tidak dapat menangani tekanan.

Cara mengurangi risiko cedera
Hal yang perlu diperhatikan adalah di tulang belakang (punggung bawah), dan daerah lutut ke depan selama latihan seperti squat dan deadlift. Membulatkan punggung bawah menyebabkan beban besar pada otot dan ligamen di punggung bawah, yang tidak dirancang untuk ditangani. Hal yang sama berlaku untuk lutut, jika mereka bergerak maju melewati jari kaki saat berjongkok, beban pada lutut menjadi besar, dan banyak lutut tidak bisa mengatasinya.

Masalahnya lebih sering terletak pada pelatih yang tidak berpengalaman yang meningkatkan volume latihan terlalu cepat, sehingga mendorong atlet kelelahan untuk menyelesaikan jumlah maksimum pengulangan latihan.

Sangat penting bahwa CrossFitters (CrossFitter baru khususnya) mempelajari bentuk yang benar. Seharusnya hanya latihan lengkap yang bisa membentuk kelelahan. Jika belum seluruh latihan dilakukan sudah kelelahan berarti ada sesuatu yang salah.

Baca juga: Suami BCL, Ashraf Sinclair Meninggal Dunia

Mulailah dengan kelas pemula dan buat modifikasi
Komunikasikan segala batasan yang kamu miliki pada pelatih, terutama jika kamu baru saja kembali ke rutinitas latihan setelah sebelumnya sempat absen. Seorang pelatih yang berkualifikasi akan membantu mereka menentukan modifikasi sesuai dengan kondisinya.

Seseorang yang kurang berpengalaman disarankan untuk memulai dengan kelas yang lebih sedikit per minggu (biasanya 2-3 kali seminggu), sampai tubuh mereka benar-benar telah bisa beradaptasi dengan gerakan baru dan volume pelatihan. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan