Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Cara Ungkap Kekecewaan Pada Atasan dengan Aman

Dok. sma.nasa.gov

Topcareer.id – Setiap orang pasti pernah menghadapi kekecewaan di tempat kerja. Seperti kebijakan perusahaan yang merugikan, hingga atasan yang berhenti mendukung dirimu.

Salah satu keunggulan karyawan yang sukses adalah kemampuan untuk menangani situasi ini dengan profesionalisme. Kamu bisa menangani kekecewaan dengan mengungkapkan perasaan kepada orang-orang di atas kamu dalam hierarki organisasi.

Seperti dikutip dari thebalancecareers.com, Kamis (27/02/2020), untuk menghindari kesalahan yang bisa membahayakan kariermu akibat menyampaikan kekecewaan, ikuti tips ini untuk mengungkapkan kekecewaan kepada atasan.

Pastikan kamu memahami kekecewaannya
Luangkan sedikit waktu untuk memahami apa yang kamu rasakan dan mengapa kamu merasa seperti itu. Apakah kamu memiliki semua fakta? Apakah fakta mendukung pendapat kamu? Jangan biarkan emosimu melampaui fakta yang ada. Pahami apa yang sedang terjadi dan bagaimana hal itu memengaruhi sikap kamu.

Ekspresikan diri dengan jelas
Bahasa yang tepat sangat penting, dan itu harus diperkuat ketika percakapan berlangsung. Ini hal sulit ketika seorang karyawan perlu mengungkapkan kekecewaan kepada atasan mereka.

Berhati-hatilah dengan kata-kata yang kamu pilih. Hindari menyalahkan seseorang secara tidak sengaja atas sesuatu yang tidak mereka lakukan. Misalnya, jangan salahkan atasan kamu karena melakukan sesuatu yang diwajibkan oleh kebijakan perusahaan.

Ketahui apa yang kamu inginkan
Kecewa bermuara pada harapan yang tidak terpenuhi. Saat kamu berbicara dengan atasan tentang kekecewaan, ketahuilah apa yang benar-benar ka,mu inginkan. Kamu mungkin memiliki satu set poin logis yang ingin kamu uraikan secara berurutan untuk mengatur apa yang kamu inginkan terjadi.

Jaga pikiran tetap terbuka
Kamu mungkin menyampaikan apa yang kamu inginkan. Tetapi ide-ide yang kamu gunakan dalam percakapan mungkin bisa saja diperdebatkan atau tidak efektif menurut atasanmu. Terbukalah untuk solusi alternatif dan kompromi. Terkadang Ide-ide yang dibawa atasanmu lebih baik daripada kamu.

Bersiaplah dengan konsekuensi
Dalam organisasi yang sehat, orang-orang yang mengungkapkan kekhawatiran dengan hormat akan dihargai. Sedangkan dalam organisasi yang tidak sehat, orang yang angkat bicara dianggap sebagai penentang dan penghambat kemajuan.

Ketahui lebih dulu jenis organisasi atau perusahaan temoat kamu bekerja. Pikirkan baik-baik apakah konsekuensi potensial dari berbicara menyampaikan kekecewaan pada perusahaan.

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply