Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, January 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Alasan Kenapa Kamu Harus Cuti Kerja saat Sakit

Ilustrasi: ibmadison.comIlustrasi: ibmadison.com

Topcareer.id – Apakah kamu termasuk orang-orang yang benar-benar menolak untuk mengambil cuti, bahkan ketika kamu benar-benar sakit?

Mungkin kamu melihat penyakit sebagai kelemahan, atau kamu hanya khawatir bos akan kesal. Yang pasti, dua alasan ini buruk bagi diri kamu.

Seperti dilansir dari coburgbanks.co.uk, Jumat (28/02/2020), tidak perlu takut atau merasa tidak enak saat kamu memang sakit. Berikut 5 alasan mengapa kamu sebaiknya mengambil ijin atau cuti saat sedang sakit.

Kamu bisa menulari orang lain
Saat kamu masuk kerja dengan penyakit yang menular, kamu akan terlihat buruk dan dihindari oleh teman-temanmu. Kamu juga akan merasa tidak enak apabila sakitmu menyebar ke orang lain.

Kamu memang perlu membangun hubungan positif di tempat kerja, tetapi memutuskan untuk menginfeksi semua orang dengan penyakit yang kamu alami tidak akan membantumu. Paling tidak, jika kamu tidak ingin mengambil cuti, tanyakan apakah kamu dapat bekerja dari rumah.

Membuat dirimu lebih sakit
Jika kamu tidak memberi dirimu waktu untuk sembuh dan menjadi lebih baik, kamu akan semakin sakit. Sistem kekebalan tubuhmu akan bekerja keras untuk menangkal penyakit lain dan kondisi tubuhmu akhirnya malah jadi semakin tidak karuan.

Tidak produktif
Kamu tidak akan berfungsi dengan baik jika sakit. Faktanya, kamu berisiko melakukan lebih banyak kelalaian dan gagal mengesankan atasan atau klien. Jadi apa gunanya?

Mendorong kebiasaan buruk
Dengan menolak mengambil hari libur ketika sakit, terutama jika kamu berada di posisi senior, kamu akan mengabadikan gagasan bahwa ‘ orang yang ijin sakit itu malas.’

Ini buruk. Sebaiknya berikan contoh yang baik untuk rekan kerja. Jangan arahkan tim kamu menjadi orang yang tidak bisa menghargai kesehatan.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply