Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Mei 21, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Malaysia Lockdown 14 Hari, Warganya Lakukan Panic Buying

Panic buying warga Malaysia, 16 Maret 2020. (dok. Malay Mail)

Topcareer.id – Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin menetapkan memberlakukan lockdown (pentupan wilayah) di seluruh negeri selama 14 hari hingga akhir Maret 2020 untuk mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19).

“Pemerintah telah memutuskan untuk mengimplementasikan lockdown, mulai 18 Maret 2020, yakni, pada satu hari setelah besok sampai 31 Maret 2020, di seluruh negeri ini,” ujar Muhyiddin yang disiarkan langsung televisi nasional.

“Saya harap anda semua akan bersabar menghadapi tantangan ini. Jangan panik, jangan cemas, dan tetap tenang. Saya yakin dengan langkah pemerintah ini, kita akan mampu memerangi penyebaran wabah ini segera,” imbuhnya mengutip dari The Strait Times, Senin (16/3/2020) malam.

Baca juga: Dampak Panic Buying Akibat Virus Corona Masuk Indonesia

Imbas dari lockdown, segala kegiatan massal mulai dari yang terkait keagamaan, olahraga, sosial, dan seni-budaya dilarang. Selain itu Salat Jumat bagi muslim pun sementara ditunda, segaris dengan dekrit dari Raja Malaysia sehari sebelumnya.

Semua sektor usaha diwajibkan tutup, kecuali supermarket, pasar, minimarket, dan toko sembako.

Keputusan ini membuat sebagian warga Malaysia melakukan panic buying. Malaymail, Selasa (17/3/2020) merilis foto dan video dari media sosial yang menunjukkan warga Malaysia berbondong-bondong ke supermarket atau toko sembako terdekat membeli bahan makanan.

Antrean panjang terlihat di sebagian besar pusat perbelanjaan, dengan orang-orang memuat barang-barang ke troli dan mengosongkan rak. Seorang pengguna Twitter Khairul Azri (@mkhairulazri) mencuit, “Come on Malaysian‚Ķ please don’t do panic buying. Location: Tesco Cheras, 11.30 am.”

Hingga 16 Maret, seperti dicatat Malaysia Kini, tercatat 566 kasus positif corona di sana. Empat puluh dua di antaranya sudah sembuh dan dipulangkan, dan belum ada kasus kematian akibat corona yang dilaporkan di Malaysia. *

the authorAde Irwansyah

Tinggalkan Balasan