TopCareerID

Di Mana Saja Virus Corona Bisa Bertahan Hidup? Dan Berapa Lama?

Ilustrasi virus korona. (dok. Webmd)

Topcareer.id – Covid-19 yang disebabkan virus corona adalah penyakit pernapasan, yang artinya penyakit ini menyebar melalui tetesan dan udara.

Ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, tetesan yang membawa partikel virus dapat mendarat di permukaan benda padat, lalu tangan orang lain menyentuh benda yang terkontaminasi virus yang lantas menyentuh hidung, mata atau mulutnya. Maka orang itu tertular.

Umur virus covid-19 pada permukaan tiang, pegangan tangga, atau bahkan uang, tergantung pada banyak faktor, termasuk suhu, kelembaban, dan jenis permukaan di sekitarnya.

Baca juga: Trik agar Tak Tergoda Belanja Online selama Kerja dari Rumah

Tetapi kisaran kasarnya “kemungkinan berjam-jam hingga satu atau dua hari,” kata Rachel Graham, seorang ahli epidemiologi di University of North Carolina, Amerika Serikat.

Sebuah studi baru dari para peneliti di National Institutes of Health (NIH), mendukung penilaian Graham. Studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, menunjukkan waktu yang berbeda-beda tentang berapa lama virus dapat bertahan hidup di atas suatu permukaan, dan Vlvirus corona juga dapat hidup di udara hingga tiga jam.

Para peneliti NIH membandingkan umur virus corona baru Covid-19 pada permukaan dengan virus corona SARS. Mereka menemukan bahwa kedua virus corona ini hidup paling lama pada permukaan stainless steel dan polypropylene (sejenis plastik yang digunakan dalam segala hal, mulai dari mainan hingga bagian mobil). Kedua virus ini bisa bertahan hingga tiga hari pada permukaan tersebut.

Namun, di atas kardus, virus corona bertahan tiga kali lebih lama yaitu selama 24 jam daripada virus SARS selama delapan jam.

Baca juga: 4 Cara Cegah Efek Buruk Perubahan Cuaca di Tengah Wabah Corona

Studi lain yang diterbitkan 1 Maret di Journal of Hospital Infection melihat rentang hidup dari virus corona lain yang ditemukan pada manusia di berbagai permukaan. Virus corona SARS, pada suhu 68 derajat Fahrenheit (20 derajat Celsius), berlangsung selama dua hari pada baja, empat hari pada kayu dan kaca, dan lima hari pada logam, plastik, dan keramik. (Para peneliti juga menemukan bahwa satu strain SARS bertahan hingga sembilan hari pada permukaan plastik pada suhu kamar).

SARS bertahan selama dua hingga delapan jam pada aluminium dan kurang dari delapan jam pada lateks. Menurut Graham, permukaan yang halus dan tidak keropos seperti gagang pintu dan permukaan meja lebih baik dalam membawa virus pada umumnya.

Permukaan berpori seperti uang, rambut, dan kain, tidak memungkinkan virus bertahan lama seperti pada permukaan tersebut tadi.

Smartphone dengan semua kaca dan aluminiumnya juga dapat membawa partikel virus. Graham merekomendasikan untuk rajin mendisinfeksi ponsel.

Mengutip Businessinsider.com, Senin (30/3/2020) Studi Journal of Hospital Infection juga menemukan bahwa lonjakan suhu membuat perbedaan dalam rentang hidup virus corona. Suhu yang naik secara drastis dari 20 derajat celsius ke 30 derajat celsius bisa mengurangi ketahanan virus di permukaan baja setidaknya 50%.

Baca juga: Begini Protokol Jika Keluar Rumah Saat Wabah Corona

Hal ini disebabkan virus corona, termasuk covid-19 yang baru ini memiliki lapisan lemak yang melindungi partikel virus ketika bepergian dari orang ke orang di udara.

Lapisan itu bisa mengering dan membunuh virus. Jadi kelembaban yang lebih tinggi, suhu sedang, angin dingin, dan permukaan padat semuanya baik untuk kelangsungan hidup virus corona, kata Graham. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version