Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, May 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Imbas Corona, Eksekutif Disney Bakal Kena Potong Gaji

Mantan CEO Disney, Bob Iger. (Dok. Yahoo News)

Topcareer.id – Ramai-ramai CEO, pemimpin perusahaan, atau pemimpin daerah rela gajinya dipotong di masa-masa pandemi virus corona yang menjatuhkan perekonomian. Termasuk para eksekutif di Disney, seperti Bob Iger sebagai Ketua Eksekutif Disney dan CEO barunya Bob Chapek.

Menurut laporan dari CNBC, Bob Iger melepaskan gajinya dan Bob Chapek bakal terima pemotongan gaji 50% karena dampak pandemi virus corona. The Hollywood Reporter pertama kali melaporkan melalui email dari Chapek kepada karyawan.

Eksekutif Disney lainnya juga akan menerima pemotongan gaji. Karyawan di tingkat wakil presiden akan mengalami pengurangan gaji sebesar 20%, wakil presiden senior sebesar 25% dan wakil presiden eksekutif dan di atas sebesar 30%, menurut email.

Baca juga: Virus Korona Mewabah, Bisnis Disneyland di Asia Merugi

Iger telah lama berada di antara eksekutif dengan bayaran teratas di industri hiburan dan media. Pada tahun 2019, mantan CEO Disney memperoleh USD47,5 juta, turun dari USD65,6 juta pada tahun fiskal 2018.

Sementara, gaji pokok Chapek adalah USD2,5 juta, sesuai dengan perjanjian kerja untuk peran barunya sebagai penerus Iger sebagai CEO.

Dia juga memenuhi syarat untuk kompensasi berbasis insentif termasuk USD7,5 juta bonus berbasis target tahunan dan hibah insentif jangka panjang berbasis ekuitas tahunan sebesar USD15 juta. Tidak segera jelas bagian mana dari kompensasinya yang akan dikurangi hingga 50%.

Baca juga: 7 Film Disney Capai USD 1 Miliar di 2019, Apa saja?

Awal bulan Maret, Disney memperingatkan para investor bahwa pandemi virus corona telah mempengaruhi begitu banyak segmen bisnisnya sehingga terlalu sulit untuk memperkirakan kinerja masa depannya.

Disney sudah harus menunda satu film dari papan kuartal kedua, yakni Mulan dan hampir semua rilis kuartal ketiga tahun ini di seluruh negeri. Kalender fiskal Disney digeser, sehingga kuartal kedua adalah Januari hingga Maret dan kuartal ketiga adalah April hingga Juni.

Disney bukan hanya sebuah studio. Perusahaan juga memiliki sejumlah segmen lain dari bisnisnya yang telah terkena dampak wabah. Segmen taman hiburan dan produk lain juga meliputi hotel, jalur pelayaran, dan produk konsumen, kemungkinan akan mendapat pukulan besar.

Taman hiburan di seluruh dunia ditutup tanpa batas waktu karena pertemuan besar dibatasi di seluruh dunia. Tidak jelas bagaimana penutupan dua taman Disney California akan berdampak pada pembukaan perluasan Kampus Avengers di California Adventure.

Selain itu, bisnis televisi Disney yang kuat membuat produksinya ditutup, juga dengan liga olahraga yang musimnya ditunda, saluran ESPN tanpa konten siaran langsung pertandingan.

Sementara beberapa program Disney + mendatang seperti The Falcon and the Winter Soldier telah mengalami keterlambatan produksi karena virus corona. Namun sebagian besar layanan streaming ini tetap relatif tidak terpengaruh. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply