Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Perkembangan Vaksin Corona dari Amerika Serikat: Sudah Sesuai Jalur

Ilustrasi coronavirus. (dok. CNN)

Topcareer.id – Uji coba pertama vaksin virus corona COVID-19 pada manusia saat ini sudah sesuai jalur. Proyeksi distribusi ke publik diperkirakan dalam 12-18 bulan mendatang. Vaksin ini dinilai bakal jadi “ultimate game changer” dalam perang melawan pandemi. Demikian perkembangan vaksin virus dari AS.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh Penasihat Kesehatan Gedung Putih Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, Rabu (1/4/2020). Pejabat kesehatan AS bekerja cepat dengan perusahaan biotek Moderna, untuk mengembangkan vaksin COVID-19, dan melakukan uji coba pertama pada 16 Maret 2020 lalu.

Fauci mengatakan, percobaan itu menguji tiga dosis vaksin yang berbeda, kini mereka sudah menguji dua dosis pertama. Dan sekarang memberikan dosis tertinggi kepada sukarelawan manusia untuk melihat apakah ada reaksi negatif terhadapnya.

“Butuh beberapa bulan untuk mendapatkan data di mana kami akan merasa percaya diri untuk ke fase dua, dan kemudian beberapa bulan dari sekarang kami akan berada di fase dua. Dan saya pikir, kami tepat sasaran dari tahun ke tahun,” kata Fauci pada konferensi pers Gedung Putih, dikutip dari CNBC.

Fauci mengatakan para pemimpin kesehatan dunia yang menangani pandemi virus corona, semuanya sepakat bahwa COVID-19 dapat kembali di musim mendatang, dan satu-satunya perlindungan adalah pengembangan vaksin.

Baca juga: Peneliti MIT: Tetesan Bersin Orang Terjangkit Corona Capai 8 Meter

“Solusi utama untuk virus yang mungkin akan kembali adalah vaksin. Cara yang sama seperti vaksin untuk penyakit lain yang menjadi momok di masa lalu, sekarang bahkan tidak kita khawatirkan,” ujar Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

Dr. Deborah Birx, koordinator satuan tugas virus corona AS, mengatakan dia telah meminta universitas dan perusahaan swasta untuk mengembangkan tes cepat untuk mengkonfirmasi apakah petugas layanan kesehatan yang telah merawat pasien virus corona sudah memiliki antibodi untuk memeranginya.

Dia mengatakan AS berutang kepada pekerja kesehatan, karena banyak dari mereka telah merawat pasien virus corona selama sebulan ini.

Namun, Fauci mengatakan itu bukan prioritas mereka saat ini. Fokus utama adalah mengembangkan pengujian luas untuk seseorang yang terinfeksi sehingga mereka dapat melakukan penemuan dan isolasi kasus yang lebih baik. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan