Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Gambaran Traveling Pasca Pandemi Corona (Bagian 1)

Topcareer.id – Di tengah pandemi virus corona ini, semua orang akan mulai terbiasa untuk melakukan social distancing demi tak tertular. Sepertinya sulit membayangkan seperti apa jadinya melakukan traveling setelah wabah ini berakhir.

“Orang-orang tidak berubah karena mereka masih ingin pergi ke suatu tempat, tetapi mereka tentu akan jauh lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu,” kata Adam Blake, seorang profesor ekonomi dan kepala penelitian di Departemen Pariwisata dan Perhotelan di Universitas Bournemouth, Inggris.

“Mereka bukan hanya harus meyakinkan diri bahwa keadaan sudah aman untuk bepergian, tetapi juga harus melihat perubahan fisik yang dibuat untuk membuat perjalanan lebih aman.”

Berikut delapan gambaran traveling setelah pandemi corona berakhir:

Bagian pertama dari tulisan.

Kapal pesiar akan sangat murah, tapi tidak masalah bagi pendatang baru

“Wisatawan yang merasa nyaman dengan pelayaran akan menemukan harga yang sangat rendah karena layanan pelayaran baru dimulai kembali,” kata Christopher Anderson, profesor bisnis di Hotel School Cornell University di Ithaca, New York.

Usai pandemi covid-19, tantangan yang akan dihadapi bidang ini adalah cara untuk menarik pelanggan baru. Terlebih setelah dunia dihebohkan dengan berita utama tentang wabah virus corona dan karantina di kapal.

Anderson menyarankan adanya konfigurasi ulang pada kapal baru yang masih dalam konstruksi. Mungkin dengan kabin yang lebih besar, atau gambaran kepadatan penumpang yang lebih sedikit.

2. Kebersihan akan jadi perhatian besar

“Semua pihak, baik itu pesiar, penginapan, atau hotel, harus mengubah cara mereka memantau dan membersihkan lingkungan,” kata Anderson.

Jan Freitag, wakil presiden senior Lodging Insights untuk firma analisis perhotelan STR, menggarisbawahi sanitasi juga. Ini merujuk pada langkah-langkah baru yang diperlukan untuk menunjukkan betapa bersihnya properti yang ditawarkan.

3. Tarif kamar hotel akan turun drastis sebelum naik kembali

Tarif hotel di AS turun 30 persen pada 21 Maret. Menurut Freitag, tarif kamar hotel akan turun drastis sebelum nanti akhirnya naik kembali.

Secara historis, di masa ketidakpastian besar seperti pada 2001 setelah serangan 9/11 atau setelah akhir resesi pada 2009, dibutuhkan dua kali lebih lama agar tarif kamar pulih.

4. Wisatawan mungkin merasa lebih aman di hotel daripada sewa Airbnb

Anderson mengatakan, wisatawan tidak merasa nyaman dengan pilihan penginapan alternatif seperti Airbnb dan situs sewa liburan lainnya karena properti itu mungkin kesulitan untuk berkomunikasi dan membakukan standar pembersihan yang ketat. Ini jadi berkah tersendiri bagi Hotel.

“Saya akan menginginkan keselamatan dan keamanan protokol pembersihan yang saya dapatkan dari penyedia penginapan yang sudah mapan,” kata Anderson, jadi dia mengantisipasi dampak negatif dalam jangka pendek untuk penyewaan tipe Airbnb.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply