Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, May 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Haruskah Mencuci Kemasan Makanan Setelah Pulang Belanja?

Ilustrasi: Packaginglaw.com

Topcareer.id – Belakangan, banyak orang yang melakukan pencegahan penularan terhadap virus COVID-19 secara total, termasuk dengan mencuci barang-barang belanjaan dari toko bahan makanan.

Pertanyaannya, mungkinkan terjadi penularan lewat kemasan makanan?

Faktanya, risiko terbesar yang berhubungan dengan bahan makanan adalah kontak dengan orang lain dan area sentuhan seperti keranjang belanja dan pegangan keranjang, sehingga penting untuk mempraktikkan jarak sosial yang sesuai saat berada di toko grosir.

Pedoman US Food & Drug Administration (FDA) tentang keamanan makanan dan virus corona juga tidak merekomendasikan desinfektan terhadap bahan makanan yang mudah rusak dan tidak mudah busuk.

“Tidak ada bukti bahwa makanan manusia, hewan, atau kemasan makanan yang memiliki keterkaitan dengan Covid-19,” kata Frank Yiannas, wakil komisaris FDA untuk kebijakan dan tanggapan pangan, dalam sebuah pernyataan pada 24 Maret.

FDA mencatat, memang ada kemungkinan seseorang dapat terkena Covid-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang memiliki virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata mereka. Tetapi ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.

Don Schaffner, seorang profesor mikrobiologi makanan di Sekolah Ilmu Lingkungan dan Biologi Rutgers, menggemakan rekomendasi FDA mengenai penanganan makanan.

“Aku tidak merekomendasikan untuk mendesinfeksi kumanmu. Ini sepertinya terlalu berhati-hati. Kami tidak tahu ada kasus Covid-19 yang ditularkan oleh makanan, atau kasus yang ditularkan oleh kemasan makanan,” kata dia dikutip dari Vox.

Bagaimanapun, Schaffner merekomendasikan mencuci tangan setelah kembali dari toko kelontong, setelah menyingkirkan bahan makanan, dan sebelum makan.

Produk pembersih

Menurut Schaffner, bahan yang tahan lama tidak perlu didesinfeksi sebelum digunakan, tetapi produk segar seperti buah dan sayuran harus selalu dicuci dengan air.

“Saya sama sekali tidak merekomendasikan sabun. Sabun dirancang untuk digunakan pada piring atau tangan. Sabun yang dikonsumsi secara tidak sengaja dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. ”

Dia merekomendasikan untuk berfokus pada membersihkan tangan, dan memperingatkan agar tidak menggunakan produk seperti pemutih atau Lysol pada makanan.

“Lysol dirancang untuk permukaan dan bukan makanan, jadi jika kamu menyemprotkannya pada tomat atau mentimun, itu mungkin beracun dan membuat rasa makanan terasa mengerikan. Pemutih dapat merusak tangan, mulut, karpet, dll, jadi saya khawatir tentang konsekuensi penggunaannya.”

Barang kaleng bisa dicuci

Menurut Tamika Sims, Direktur Komunikasi Teknologi Pangan di International Food Information Council, barang kaleng atau barang dalam wadah plastik atau gelas dapat dibilas dengan air hangat sebagai tindakan pencegahan meski sekali lagi, belum ada bukti jelas bahwa benda-benda ini merupakan ancaman penularan utama.

Ia merekomendasikan untuk menggunakan tisu desinfektan jika memilikinya. Namun, Sims mencatat segala jenis bahan pembersih kimia harus digunakan dengan hati-hati untuk memastikan itu tak akan berakhir di makananmu.

“Jika sebuah kemasan bersifat semipermeabel atau jika kamu memasukkan bahan kimia ke dalam makanan, kamu bisa menimbulkan risiko kesehatan baru,” kata Sims dalam laman Insider.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply