Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, May 31, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Virus-Virus Mematikan di Bumi (bagian 1)

Ilustrasi virus ebola. Sumber foto: ABC News

Topcareer.id – Virus corona yang menjadi penyebab COVID-19 dan tengah menjadi pandemi, merupakan satu dari banyak virus yang mematikan di bumi.

Tahukah kamu? Masih ada virus lain di luar sana yang tak kalah mematikan, dan beberapa di antaranya bahkan jauh lebih berbahaya.

Berikut adalah 12 pembunuh terburuk, seperti dikutip dalam laman Live Science.

Daftar ini dipilih berdasarkan pada kemungkinan bahwa seseorang akan mati jika terinfeksi salah satu di antaranya; banyaknya orang yang telah terbunuh; serta sejauh mana mereka mewakili ancaman yang semakin besar.

Bagian pertama dari tulisan.

1. Virus Marburg

Para ilmuwan mengidentifikasi virus Marburg pada 1967, yakni ketika wabah kecil terjadi di antara para pekerja laboratorium di Jerman yang terpapar monyet-monyet terinfeksi yang berasal dari Uganda.

Virus Marburg mirip dengan Ebola karena keduanya dapat menyebabkan demam berdarah. Orang yang terinfeksi akan mengalami demam tinggi dan perdarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, kegagalan organ, dan kematian.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian dalam wabah pertama adalah 25%, kemudian mencapai lebih dari 80% pada wabah 1998-2000 di Republik Demokratik Kongo, serta pada wabah 2005 di Angola.

2. Virus ebola

Wabah Ebola pertama yang diketahui pada manusia menyerang secara serentak di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976. Ebola menyebar melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau jaringan dari orang atau hewan yang terinfeksi.

Kepada Live Science, seorang ahli virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas Boston, Elke Muhlberger mengatakan bahwa strain yang diketahui bervariasi secara dramatis dalam kematiannya.

Satu strain, Ebola Reston, bahkan tidak membuat orang sakit. Tingkat kematian yang ditimbulkannya mencapai 50%, dan 71% untuk strain Sudan

Wabah yang sedang berlangsung di Afrika Barat dimulai pada awal 2014, dan merupakan wabah penyakit terbesar dan paling kompleks hingga saat ini, menurut WHO.

3. Rabies

Meskipun vaksin rabies untuk hewan peliharaan, yang diperkenalkan pada 1920-an, telah membantu membuat penyakit ini sangat jarang ditemukan di negara maju, kondisi ini tetap menjadi masalah serius di India dan beberapa bagian Afrika.

“Itu menghancurkan otak, dan itu penyakit yang sangat, sangat buruk. Kami memiliki vaksin untuk melawan rabies, dan kami memiliki antibodi yang berfungsi melawan rabies, jadi jika seseorang digigit oleh hewan rabies, kami dapat merawat orang ini,” kata Muhlberger.

Leave a Reply