Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, June 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mengenal Wing Flaps, dan Fungsinya untuk Pesawat

Sumber foto: aeronauticsonline.com

Topcareer.id – Langkah pertama untuk tumbuh sebagai pilot yang kompeten adalah memahami sepenuhnya bagaimana sebuah pesawat terbang bekerja.

Ini termasuk memahami setiap bagian dari pesawat terbang yang memiliki pengaruh besar terhadap kinerja pesawat. Salah satunya adalah Wing Flaps.

Apa itu Wing Flaps?
Merupakan bagian yang ditempatkan di tepi luar sayap pesawat terbang. Kamu bisa menemukannya di antara badan pesawat dan tepian sayap pesawat. Pesawat jet besar memiliki sebanyak tiga bagian wing flap pada setiap sayap. Wing flaps akan memanjang saat lepas landas dan mendarat, sesuai kebutuhan. Pesawat kecil memiliki wing flaps yang menempel pada sayap.

Flap membantu menambah dan mengurangi camber atau lekukan sayap pesawat. Camber mencakup seberapa cembung bagian atas sayap, serta cekung bagian bawah. Wing flaps sangat penting untuk proses lepas landas dan pendaratan.

Saat pesawat lepas landas, flap membantu menghasilkan lebih banyak daya angkat. Sebaliknya, flap memungkinkan adanya sudut yang curam namun terkendali saat mendarat. Penggunaan wing flaps yang efisien membantu mempersingkat jumlah panjang landasan yang dibutuhkan untuk lepas landas dan mendarat.

Bagaimana Wing Flaps bekerja?
Wing flaps mengubah bentuk sayap pesawat. Mereka mengalihkan udara di sekitar sayap seperlunya. Pengaturan wing flaps menentukan apakah mereka digunakan untuk meningkatkan daya angkat (seperti pada saat lepas landas) atau meningkatkan tarikan (digunakan saat mendarat).

Tergantung pada pesawat, pengaturan wing flaps biasanya antara lima dan lima belas derajat. Setelah lepas landas, wing flaps disimpan sepenuhnya sehingga tidak menghasilkan hambatan.

Dikutip dari calaero.edu, Senin (6/4/2020), ada beberapa jenis wing flaps pada pesawat seperti berikut ini:

  • Smaller
    Biasanya digunakan pada pesawat olahraga atau yang digunakan untuk melatih pilot. Wing flaps ini tidak menghasilkan jumlah lift yang besar, tetapi biasanya tidak diperlukan.
  • Split flaps
    Ini lebih kompleks dan menghasilkan daya angkat yang lebih besar daripada flap biasa. Split flaps sebagian diciptakan oleh salah satu Wright Brothers, Orville, tetapi sudah tidak digunakan selepas tahun 1930-an karena teknologi industri pesawat terbang yang semakin maju. Douglas DC-1 adalah jenis pesawat paling terkenal yang menggunakan split flaps. Mereka belakangan hanya terlihat di pesawat vintage.
  • Slotted Flaps
    Wing flaps berlubang, sering terlihat di sebagian besar pesawat modern. Pesawat latihan, pesawat penumpang, dan pesawat kargo semuanya menggunakannya, baik yang bertenaga jet maupun baling-baling. Wing camber secara nyata meningkat dengan slotted (lubang) yang ditempatkan. Slotted flaps memungkinkan lubang kecil di antara penutup dan sisa sayap untuk menciptakan daya angkat tambahan, karena memungkinkan tekanan tinggi di bawah sayap mengalir di atas sayap.
  • Fowler Flaps
    Digunakan pada jet besar untuk menciptakan daya angkat dan seret yang besar-besaran. Fowler Flaps memanjang secara bertahap, tergantung pada jenis pesawat, flap berjalan pada suatu rangkaian rel yang dikendalikan oleh pilot. Fowler Flaps terkadang juga memiliki slot. Ini jauh lebih kompleks daripada flap biasa.

Apapun jenis pesawat atau gaya wing flapsnya, pilot harus memahami efek penggunaannya terhadap penerbangan mereka.

Terutama saat mendarat, pilot harus berpikir ke depan, mengantisipasi, dan membuat penilaian tentang kecepatan angin dan kondisi landasan. Penting juga untuk memahami bahwa wing flaps bekerja sesuai dengan kekuatan, pitch, dan ketinggian pesawat.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply