Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

1,3 Miliar Penduduk India Bertepuk Tangan Saat Lockdown? Ini Alasannya

Prof Tjandra Yoga Aditama. Foto: Istimewa

Topcareer.id– Untuk memutus rantai penularan Covid-19, negara India memilih untuk mengambil langkah totally lockdown yang artinya semua penduduk di negara tersebut hanya boleh beraktivitas di rumah saja sejak 25 Maret 2020.

Semua sekolah dan kantor ditutup, kereta Subway berhenti, bandara tidak beroperasi bahkan armada bus amat dikurangi dan hanya boleh dijalankan untuk mengangkut masyarakat ataupun petugas yang bertugas.

Di India kini hanya toko makanan dan farmasi yang tetap buka, tapi untuk masuk ke dalam toko, para penduduknya harus menerapkan physical distancing.

Meski begitu, ada hal menarik yang diperintahkan pemerintah India kepada 1,3 miliar penduduknya selama lockdown. Hal ini diungkapkan oleh mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Professor Tjandra Yoga Aditama yang kini menjabat sebagai Diplomat World Health Organisation (WHO) South East Asia Regional Office (SEARO) yang berkantor di New Delhi, India.

“Uniknya, pada jam 17.00 waktu setempat, seluruh penduduk diminta ke balkon dan teras rumahnya masing-masing untuk bertepuk tangan selama 5 menit sebagai bentuk ucapan terimakasih pada petugas yang bekerja melayani masyarakat seperti petugas kesehatan, polisi, pelayanan umum dan petugas lapangan lainnya,” tulisnya dalam rilis yang diterima Topcareer.id pada Senin (6/4/2020).

Tjandra juga menceritakan, setelah diberlakukan totally lockdown semua jalanan benar-benar sepi bahkan sebagian gerbang pun ditutup untuk alasan keamanan.

“Saya bersama 1,3 milyar penduduk bekerja dari rumah, termasuk menulis pengalaman yang baru sekali saya rasakan seumur hidup ini. Selain bekerja dari rumah, saya sempat juga mengikuti webinar RS di Indonesia, diwawancara lewat Instagram Live. Bahkan pagi ini saya mengajar program S3 FIK UI Lewat google meet,” pungkasnya.* (rw)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan