Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Hati-hati! Kurang dan Kelebihan Tidur Bisa Sebabkan Kematian Dini

Dok. Freepik

Topcareer.id – Sering tidur secara konsisten selama kurang dari enam jam semalam dapat menyebabkan kematian dini.

Penelitian oleh akademisi di Inggris dan Italia, menganalisis data dari 16 studi terpisah di Eropa, Amerika Serikat dan Asia selama 25 tahun, yang mencakup lebih dari 1,3 juta orang dan lebih dari 100.000 kematian.

Mengutip theguardian.com, Jumat (3/4/2020), mereka yang umumnya tidur kurang dari enam jam semalam memiliki risiko 12% lebih besar untuk mengalami kematian dini daripada mereka yang secara konsisten tidur enam hingga delapan jam per malam.

Baca juga: Pentingnya Tidur Nyenyak di Tengah Pandemi Corona

Studi yang diterbitkan dalam Scientific Journal Sleep ini dilakukan oleh tim dari University of Warwick dan sekolah kedokteran Universitas Federico II di Naples.

Dari studi itu, juga disimpulkan bahwa mereka yang secara konsisten tidur lebih dari sembilan jam semalam lebih mungkin meninggal dini.

Terlalu banyak tidur tidak dilihat sebagai risiko, melainkan sebagai indikator potensial penyakit yang mendasarinya.

“Sementara tidur pendek dapat mewakili penyebab kesehatan yang buruk, tidur panjang diyakini lebih mewakili indikator kesehatan yang buruk,” kata Profesor Francesco Cappuccio, yang memimpin penelitian tersebut di Universitas Warwick.

Baca juga: 10 Langkah Solusi Bagi yang Alami Sulit Tidur

Pola tidur yang kurang ini lebih umum terjadi pada pekerja di banyak perusahaan. Kemungkinan penyebabnya antara lain kerja shift, atau tekanan sosial untuk jam kerja yang lebih lama.

Di sisi lain, kemunduran status kesehatan seseorang sering disertai dengan bertambahnya waktu tidur lebih dari delapan jam per malam.

Dalam penelitian sebelumnya, kurang tidur dikaitkan dengan sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan