Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Agustus 6, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

IMF: Sangat Mungkin Dunia Alami Resesi Terburuk Sejak 1930-an

Masa Depresi Besar tahun 1930-an. (dok. History.com)

Topcareer.id – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund, IMF) menyampaikan, ekonomi global tahun ini kemungkinan akan menderita krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar, peristiwa menurunnya tingkat ekonomi di seluruh dunia, dimulai tahun 1929 hingga 1930-an, ketika pemerintah di seluruh dunia bergulat dengan pandemi Covid-19.

Organisasi yang berbasis di Washington ini meramalkan ekonomi global untuk berkontraksi sebesar 3% pada tahun 2020. Sebaliknya, pada bulan Januari ia memperkirakan pertumbuhan PDB global (produk domestik bruto) sebesar 3,3% untuk tahun ini.

“Sangat mungkin bahwa tahun ini ekonomi global akan mengalami resesi terburuk sejak ‘Great Depression,’ melebihi yang terlihat selama krisis keuangan global satu dekade lalu,” kata Gita Gopinath, Kepala Ekonom IMF, dalam laporan World Economic Outlook terbaru, dikutip dari CNBC.

Baca juga: Ekonomi Kamu Terdampak Corona? Ini Daftar Bank Dan Leasing Yang Beri Kelonggaran Kredit

Pada bulan Januari, IMF memperkirakan pertumbuhan 3,4% untuk PDB global pada tahun 2021; sekarang telah direvisi hingga 5,8% (meskipun pertumbuhan diperkirakan berasal dari basis yang lebih rendah setelah kontraksi yang diproyeksikan tahun 2020).

“Ini adalah krisis di mana goncangan ekonomi adalah sesuatu yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh kebijakan ekonomi,” kata Gopinath, Selasa (14/4/2020).

Kepala ekonom IMF juga mengatakan bahwa dibandingkan dengan Depresi Besar sekarang tampak lebih baik di bidang kesehatan.

Di sisi ekonomi, katanya, itu membuat perbedaan besar bahwa ada pemberi pinjaman jalan terakhir, bahwa kebijakan moneter secara proaktif dapat masuk dan memastikan likuiditas yang cukup di pasar. Kebijakan fiskal mampu memainkan peran utama dalam mendukung perusahaan dan rumah tangga.

IMF mengharapkan “pemulihan parsial” pada tahun 2021, asalkan pandemi mereda sepanjang tahun ini.

Penurunan dramatis dalam ekspektasi pertumbuhan tahun ini datang ketika lembaga-lembaga lain juga memperingatkan bahwa wabah koronavirus membawa tantangan ekonomi besar-besaran.

Organisasi Perdagangan Dunia mengatakan pekan lalu bahwa perdagangan global akan berkontraksi antara 13% dan 32% tahun ini. Organisasi untuk Koordinasi dan Pengembangan Ekonomi juga telah memperingatkan pukulan ekonomi dari virus akan dirasakan “untuk waktu yang lama mendatang.”

Bagaimana seharusnya pemerintah bereaksi?

IMF menyarankan negara-negara untuk fokus pada krisis kesehatan terlebih dahulu, dengan mengeluarkan biaya untuk pengujian, peralatan medis dan biaya perawatan kesehatan terkait lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan penangguhan pajak, subsidi upah dan transfer tunai kepada warga dan perusahaan yang paling terkena dampak; serta mempersiapkan langkah-langkah lockdown. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan