Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Profesional

Ragam Perubahan dalam Proses Perekrutan di Era Pandemi

Wawacara kerja sering muncul pertanyaan klasik, namun jangan diabaikan.Ilustrasi. Sumber foto: The Balance Careers

Topcareer.id – Pembekuan perekrutan kini seolah jadi kebijakan terbaik yang diambil perusahaan di tengah bencana COVID-19. Tapi, bagi perusahaan yang masih melakukan perekrutan dalam kondisi ini, maka tren perekrutan telah berubah cara.

Dari tempat di mana perusahaan mencari bakat hingga proses wawancara dan orientasi, jarak sosial memengaruhi perekrutan dengan berbagai cara, dan seberapa banyak akan bergantung pada industri. Berdasar laman Fast Company, berikut beberapa perubahan proses perekrutan dalam kondisi pandemi.

Menemukan kandidat di “kolam” yang baru

Perubahan pertama adalah bagaimana perusahaan menemukan kandidat. Karena social distancing, banyak yang menarik iklan nasionalnya atau global, membatasi pencarian geografis mereka.

Baca Juga: Tips Sukses Wawancara Jarak Jauh Di Tengah Pandemi Virus Corona

“Mereka mencari lokal terlebih dahulu, berfokus pada kota mereka daripada menerbangkan seseorang,” kata Atta Tarki, penulis Eru Based Recruiting dan CEO firma pencarian eksekutif khusus ECA. “Jika mereka tidak dapat menemukan seorangpun, mereka akan perlahan memperluas pencarian.”

Sejumlah klien, lanjut dia, mengatakan bahwa hal yang bertanggung jawab untuk dilakukan adalah membekukan perekrutan eksternal dan menggunakan kembali orang-orang internal mereka.

Proses wawancara

Proses wawancara juga berubah, dari tatap muka ke video seperti Zoom. “Wawancara tatap muka tidak ada lagi, dan semua orang baik-baik saja dengan wawancara video. Namun, ini aneh untuk pekerja kerah biru. Mereka terbiasa wawancara yang mengarah langsung ke pekerjaan. Sekarang mereka sedang diwawancarai melalui video dan mulai bekerja,” kata Arran Stewart, salah seorang pendiri Job.com.

Baca juga: Cara Memenangkan Wawancara Kerja Via Telepon

Tarki mengatakan, dalam beberapa kasus, perusahaan yang memiliki kolega di kota-kota lain meminta mereka melakukan wawancara langsung dengan para kandidat. Bagaimana perusahaan mengadaptasi proses wawancara dapat menjadi petunjuk bagaimana budayanya.

“Sebelum lockdown, ini mungkin dilakukan di kafe, dan sekarang kadang-kadang orang bertemu di taman lokal,” katanya.

Sistem Onboarding (waktu penyesuaian) yang baru

Setelah seorang kandidat direkrut, menurut Stewart, proses orientasi menjadi virtual juga, dan perubahan terbesar adalah dalam gaya manajemen baru yang dibutuhkannya.  “Onboarding adalah tentang mengikat dan mengelola emosi dari hari ke hari, dan ketika kamu berurusan dengan bekerja dari jarak jauh, itu menciptakan tantangan. Onboarding itu sangat pribadi,” kata dia.

Baca juga: Cegah Corona: Bagaimana Meeting Efektif Saat Kerja dari Rumah?

Beberapa perusahaan menggunakan teknologi VR untuk memberikan para kandidat tur fasilitas, kata Tarki. Dan konferensi video biasa itu penting.

Akankah perubahan jangka panjang ini bisa berganti?

Stewart mengatakan, proses perekrutan baru ini dapat menjadi permanen. “Di masa lalu, penelitian kami menemukan bahwa 44% perusahaan tidak akan menerapkan pekerja jarak jauh, dan sekarang hampir setiap perusahaan harus menerapkannya,” katanya.

Ia mengatakan, ini semua perubahan besar dalam bekerja, wawancara, dan mempekerjakan. Jadi, membutuhkan tingkat kepercayaan yang lebih besar, memahami kredensial, dan mengelola kepribadian dan hubungan.

Stewart memperkirakan bahwa perusahaan akan melihat bahwa pekerja dapat menjadi produktif di rumah. “Ini status quo baru. Kami akan memiliki dampak jangka panjang terhadap perubahan perilaku, dan beberapa perusahaan akan berkembang. Cara-cara kerja baru dan teknologi baru akan muncul. Dalam 12 bulan ke depan, lanskap rekrutmen akan terlihat sangat berbeda,” kata dia. *(RW)

Leave a Reply