Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Puasa Ramadan di Bawah Bayang-bayang Virus Corona

Warga Yordania. (dok. Middleeasteye)

Topcareer.id – Negara-negara berpenduduk mayoritas Islam maupun umat muslim di seluruh dunia sedang bergulat dengan paradoks pandemi virus corona baru yang datang di waktu yang tak tepat: Memasuki bulan Ramadan.

Ramadhan merupakan bulan paling suci dalam kalender Islam. Selain diwajibkan berpuasa sebulan penuh, di bulan ini dipenuhi momen kekeluargaan dan kebersamaan. Buka puasa bersama keluarga atau teman, refleksi diri, beramal dan berdoa bersama-sama biasa dilakukan selama bulan Ramadan.

Tetapi dengan ditutupnya masjid, aturan lockdown, dan larangan sholat berjamaah yang diserukan mulai dari Senegal hingga ke Asia Tenggara, sekitar 1,8 miliar umat muslim menghadapi Ramaan yang tidak seperti biasanya.

Baca juga: Begini Panduan Ibadah Ramadan dan Salat Ied Saat Wabah Covid-19 dari Kemenag

Di Aljazair, penduduk di sana biasanya saling menerima kerabat dan tetangga di rumah untuk minum teh dan minuman dingin selama waktu berbuka puasa, namun tahun ini para warga khawatir akan tertular virus corona.

“Kita mungkin tidak bisa mengunjungi mereka, dan mereka pun tidak akan datang,” kata salah seroang warga di Aljazair sambil menangis. “Virus corona membuat semua orang takut, bahkan terhadap tamu-tamu terhormat.” ujarnya.

Dikutip dari reuters.com, Kamis (23/4/2020), banyak yang mengakui tidak bisa membayangkan Ramadhan tanpa salat Tarawih di masjid. Arab Saudi mendesak umat Islam untuk tidak berkumpul untuk sholat berjamaah atau bersosialisasi karena meningkatnya jumlah kasus virus corona di wilayah Teluk.

Baca juga: Wabah Corona, MUI Rilis Fatwa Salat Jamaah, Salat Jumat dan Salat Ied

“Kita semua berada dalam satu kapal, jika kita berkomitmen bersama, kita akan dengan aman mencapai pantai. Kami dulu memiliki banyak kegiatan sosial selama bulan Ramadhan, tahun ini akan berbeda dan saya mendesak semua orang untuk berkomitmen pada social distancing.” Kata Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah dalam pidatonya yang disiarkan televisi lokal Arab pada Senin (20/4).

Di Yordania, pemerintah, berkoordinasi dengan negara-negara Arab tetangga, diharapkan mengumumkan fatwa, atau dekrit, yang menguraikan ritual Ramadan apa saja yang akan diizinkan, tetapi bagi jutaan umat muslim, rasanya sudah sangat berbeda.

Di Indonesia sendiri, baik Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Kementerian Agama sudah mengeluarkan larangan beribadah di masjid di wilayah-wilayah zona merah virus corona. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan