Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

WHO Peringatkan Risiko Kesehatan Mental akibat Lockdown

Sumber foto: Behavioralhealthmn.comSumber foto: Behavioralhealthmn.com

Topcareer.id – Langkah restriktif yang diambil pemerintah di hampir setiap negara untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 akibat pandemi global virus corona bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan manusia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan.

“Lockdown, karantina, isolasi, social distancing, physical distancing, penutupan sekolah dan tempat kerja, adalah tantangan yang mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat. Dan itu sangat wajar jika menimbulkan stres, kecemasan, ketakutan dan kesepian,” ujar Hans Kluge, seperti dikutip dari euobserver.com. belum lama ini.

“Sangatlah penting untuk mengatasi kesehatan mental masyarakat selama minggu-minggu berikutnya. Ini tidak akan menjadi sprint, tetapi maraton,” tambahnya.

Kluge lantas mendesak negara-negara menyiapkan layanan medis untuk kesehatan mental akibat kebijakan-kebijakan melawan corona yang nantinya diambil.

Baca juga: Kisah Presiden Brasil Pecat Menteri Kesehatan di Tengah Wabah Corona

Menurut psikolog perilaku Virgine De Vos, krisis akibat pandemi ini dapat menimbulkan gejala depresi atau kurangnya partisipasi selama beberapa minggu ke depan.

Sementara itu, Federasi Asosiasi Psikolog Eropa percaya, konsultasi online, khususnya melalui obrolan video, dapat memberikan alternatif yang layak untuk kebutuhan perawatan psikologis dan terapi selama pandemi berlangsung.

“Kesehatan mental harus menjadi bagian dari respons kesehatan masyarakat terhadap Covid-19,” tegas pakar kesehatan mental dari WHO, Aiysha Malik.

Malik percaya bahwa pekerja dan anak-anak adalah kelompok-kelompok yang secara psikologis paling terpengaruh mentalnya akibat pandemi ini.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan