Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Hendak Ikut Rapid Test Corona, Ini Fungsi Sebenarnya

Contoh hasil rapid test corona. (dok. ANTARA FOTO/Jojon/foc.)

Topcareer.id – Kekhawatiran positif terjangkit virus corona, membuat sejumlah masyarakat melirik rapid test atau tes cepat. Masyarakat pun tak segan-segan mengeluarkan uang mulai dari Rp400.000 hingga Rp1 juta untuk membeli rapid test guna memastikan apa mereka terkena atau tidak oleh virus yang berasal dari kota Wuhan, China itu.

Eits, namun sebelum membelinya sudah tahu belum apa sebenarnya fungsi dari rapid test itu sendiri?

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto rapid test digunakan bukan untuk diagnosa, melainkan untuk mengukur jumlah antibodi yang ada di dalam tubuh seseorang berbasis pada respon imunologi.

Baca juga: Kamu ODP? Ini yang Wajib Dilakukan

Hasil pengukuran inilah yang kemudian akan dijadikan sebagai sebuah deteksi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut yakni pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.

“Jika pembacaan rapid test positif maka bisa dipastikan bahwa tubuh orang itu pernah diinfeksi oleh virus atau sedang diinfeksi oleh virus karena sistem kekebalan tubuhnya antobodinya ada. Namun saat hasil pembacaan rapid test ini negatif tidak ada jaminan bahwa dia tidak terinfeksi virus, bisa saja dia sudah terinfeksi tetapi antibodinya belum terbentuk,” ungkap Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Rabu (25/3/2020).

Lebih lanjut, Yuri mengatakan bahwa pembentukan antibodi itu sendiri membutuhkan waktu sampai 6 atau 7 hari, sehingga kalau infeksi itu belum memasuki hari ke 6 atau 7 hari, maka hasil pemeriksaan bisa negatif. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan