Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, August 10, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Penjara di Belanda Terpaksa Tutup Karena Kekurangan Penjahat

Topcareer.id – Belanda telah menutup sebanyak 19 penjara di sana karena negara itu tidak memiliki cukup penjahat untuk mengisinya.

Penutupan operasional penjara ini mengakibatkan hilangnya pekerjaan bagi hampir 2.000 orang, hanya 700 di antaranya akan beralih ke peran lain dalam penegakan hukum Belanda, tren penutupan penjara mengikuti penurunan yang konstan dalam kejahatan sejak 2004.

Akibat banyaknya sel penjara yang kosong sempat mencapai titik di mana Belanda pernah mengimpor sebanyak 240 tahanan dari Norwegia hanya untuk menjaga fasilitas penjara tetap penuh dan berjalan.

Namun, menurut laporan The Telegraf, Menteri Kehakiman Ard van der Steur mengumumkan kepada parlemen bahwa biaya pemeliharaan penjara yang jarang diisi adalah biaya yang mahal untuk negara kecil tersebut.

Baca Juga: Belanda Lockdown Akibat Corona, Penduduk Antre Beli Ganja

Sejumlah faktor yang mendasari kemampuan Belanda untuk mempertahankan tingkat kejahatannya begitu rendah, yaitu, undang-undang narkoba yang santai, contohnya ganja dijual bebas di sana, fokus pada rehabilitasi atas hukuman, dan sistem pemantauan pergelangan kaki elektronik yang memungkinkan orang untuk bisa masuk kembali ke dunia kerja.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2008 menemukan sistem pemantauan pergelangan kaki mengurangi tingkat residivisme hingga setengah dibandingkan dengan penahanan tradisional. Daripada membuang-buang waktu di sel penjara yang membutuhkan biaya untuk mengurusnya, penjahat yang dihukum diberi kesempatan untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Semua langkah ini membuat tingkat penahanan yang luar biasa rendah. Rata-rata tingkat penahanan sebanyak 69 per 100.000 orang. Dibandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki tingkat penahanan sebanyak 716 per 100.000 orang.

Hal ini ditandai oleh kurangnya perhatian terhadap layanan sosial dan program rehabilitasi begitu para tahanan menyelesaikan hukuman mereka di Amerika. Tanpa adanya jaring pengaman untuk memberi mereka pilihan lain dalam melanjutkan hidup. Ini menyebabkan banyak yang kembali ke kebiasaan lama mereka. *(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply