Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Ajukan Pailit, Bagaimana Gold’s Gym Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19?

Golds' Gym. (dok. Bloomberg)

Topcareer.id – Gold’s Gym mengajukan pailit dan meminta perlindungan kebankrutan sesuai pasal 11 undang-undang peraturan bisnis di negeri asalnya, AS pada Senin (4/5/2020) kemarin. Meski begitu, pemiliknya ingin brand ini tetap bertahan. Ia berniat melakukan restrukturisasi di tengah gangguan bisnis terkait virus corona.

“Kami ingin 100 persen jelas bahwa Gold’s Gym tidak akan gulung tikar,” kata Presiden dan CEO Adam Zeitsiff dalam siaran pers, dikutip dari Business Insider.

“Brand ini kuat, kami akan terus berinovasi dan menumbuhkan bisnis digital kami, program lisensi kami dan jejak global kami saat kami fokus melayani jutaan anggota kami di seluruh dunia.”

Perusahaan itu merujuk pada kesulitan yang disebabkan oleh pandemi virus corona dan mengatakan mereka berharap untuk bangkit kembali dari proses kebangkrutan pada 1 Agustus.

Baca juga: Cegah Keparahan Akibat COVID-19, Ini Jenis Olahraga yang Tepat

Dikatakan pengajuan kebangkrutan hanya akan mempengaruhi lokasi milik perusahaan, yang mewakili sekitar 10% dari sekitar 700 lokasi perusahaan di seluruh dunia.

Tempat-tempat gym dipaksa untuk tutup sementara di seluruh Amerika Serikat pada Maret sebagai tanggapan terhadap pembatasan negara pada bisnis. Pada bulan April, mereka mengumumkan akan menutup 30 lokasi milik perusahaan untuk selamanya.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Business Insider, Zeitsiff menguraikan rencana perusahaan untuk membuka kembali gym di bawah protokol baru termasuk pengurangan kapasitas dan peningkatan prosedur pembersihan.

“Kami telah bekerja sama dengan pemilik bangunan untuk memastikan bahwa gym milik perusahaan yang tersisa saat ini untuk dibuka lebih kuat daripada sebelumnya untuk bertahan saat pandemi,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Senin.

“Agar lebih jelas, pengarsipan tidak boleh berdampak pada divisi lisensi kami, itu tidak terkait dengan salah satu gym waralaba milik lokal kami, juga tidak akan mencegah kami untuk terus mendukung sistem kami dari hampir 700 gym di seluruh dunia.”

Sementara pandemic Covid -19 berdampak pada operasi gym milik perusahaan, pihaknya berharap pengarsipan tidak akan berdampak lebih lanjut pada operasi saat ini. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply