Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Nol Limbah Bikin Swedia Harus Impor Sampah dari Negara Lain

Topcareer.id – Swedia mendaur ulang 99 persen limbah yang diproduksi secara luar biasa, berkat sangat tingginya kepekaan warganya terhadap kebersihan lingkungan dan teknik pengumpulan sampah yang canggih.

Ini berarti negara ini adalah yang terbaik di dunia dalam hal mendaur ulang dan penggunaan kembali limbah. Swedia telah membuat kemajuan besar dalam ‘revolusi daur ulang’ selama dua dekade terakhir.

Kebijakan nol limbah telah membuat Swedia kehabisan sampah, hingga Swedia harus mengimpor sampah. Hampir 2,3 juta ton sampah diimpor dari Inggris, Norwegia, Irlandia dan negara-negara lain.

Namun tidak seperti impor reguler, Swedia tidak melakukan pembayaran untuk menerima sampah dari negara lain, melainkan dibayar untuk melakukannya.

Baca Juga: Ketika Swedia Tolak Lockdown, Ini Yang Terjadi

Dari limbah rumah tangga yang diproduksi di Swedia pada 2017 silam, sekitar 15,5 persen digunakan untuk daur ulang biologis, 33,8 persen untuk daur ulang bahan, dan 50,2 persen digunakan untuk pemulihan energi.

Tempat pembuangan sampah adalah kontributor utama emisi global dari gas metana rumah kaca, dan membakar limbah lebih ramah lingkungan, kata para ahli.

“Jika Anda membakar satu ton limbah Italia, di Swedia Anda akan mendapatkan emisi CO2 yang setara 500 kg lebih sedikit daripada jika dibuang di TPA di Italia. Itu pengurangan yang substansial,” kata Johan Sundberg, Konsultan Energi dan Limbah di Profu.

Berkat inovasi dari program limbah-ke-energi di negara ini, daur ulang sampah pada pabrik pembakaran di Swedia telah memasok energi panas ke lebih dari satu juta rumah di negara tersebut.

Proses daur ulang tidak berakhir pada tahap pembakaran. Abu yang tersisa merupakan 15 persen dari volume limbah sebelum dibakar. Logam dalam abu ini didaur ulang lagi, dengan sisanya digunakan dalam konstruksi jalan. Hanya satu persen yang tersisa dan disimpan di tempat pembuangan.* (RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply