Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Haruskah Tetap Pakai Masker Saat Olahraga Lari? Ini Kata Ahli

Ilustrasi. (dok. Active)

Topcareer.id – Hanya dengan melakukan olahraga lari saja, napas akan menjadi terengah-engah juga berkeringat. Lalu, di tengah pandemi ini, apakah saat kita berlari tetap harus menaati aturan memakai masker, meski kadang bikin susah bernapas?

Ya, meski beberapa pelari berpendapat bahwa berlari dengan masker seperti menghambat pernapasannya, namun para ahli kebugaran tetap merekomendasikan masker atau jenis perlindungan lainnya untuk menutupi hidung dan mulut saat berada di luar ruangan.

“Penutup wajah melakukan dua hal yang mungkin, membendung penyebaran dari penyakit dan menghambat pernapasan yang sehat,” kata Matt Ferrari Ph.D., profesor biologi di Eberly College of Science di Penn State University.

Menurut Ferrari, jika kamu berlari di taman yang tidak terlalu ramai atau di jalan setapak, mungkin masker boleh sedikit dilonggarkan. Namun demikian, dalam kondisi padat, masker harus tetap dipakai dengan benar.

“Sejauh mana mereka mencapai hal-hal ini masih diperdebatkan, tetapi satu hal yang tidak jadi perdebatan: masker hanya efektif jika digunakan dengan benar. Dan kebanyakan orang tidak dilatih untuk menggunakannya dengan benar.”

Bahkan, lanjutnya, memakai dan membuang masker secara salah bisa berisiko dan meningkatkan paparan dari tangan ke mulutmu.

Baca juga: Cegah Keparahan Akibat COVID-19, Ini Jenis Olahraga yang Tepat

Patrick Davitt, direktur Program Ilmu Kesehatan Universitas Ilmu Pengetahuan, mengatakan kepada The Philadelphia Inquirer bahwa masker harus dipakai “100%” jika kamu berlari di daerah di mana kamu kemungkinan akan bertemu orang lain.

David tetap merekomendasikan untuk mendengarkan tubuhmu saat berlari dengan masker, terutama jika kamu memiliki kondisi yang mendasarinya.

“Aliran udara akan dibatasi, jadi tubuh harus bekerja lebih keras pada tingkat yang sama seperti yang kamu lakukan tanpa masker, dan itu menjadi benar secara eksponensial ketika intensitas meningkat. Semakin cepat dan kamu semakin sulit bernapas, maka masker akan semakin banyak memengaruhi hal itu,” kata Davitt.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply