Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, May 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

3 Kebiasaan yang Bikin Kamu Burnout

Sumber foto: gettyimages

Topcareer.id – Burnout tidak terjadi hanya dalam waktu semalam. Perasaan sangat lelah, dan tidak efektif ini umumnya menumpuk secara perlahan. Sampai pada akhirnya kamu akan berkata, “Saya tidak bisa bangun dari tempat tidur dan kembali bekerja.”

Sementara sebagian besar penyebab burnout adalah kelebihan pekerjaan yang tidak seimbang dengan imbalan, ada beberapa kebiasaan yang ternyata juga memicu terjadinya burnout.

Dikutip dari themuse.com, Jumat (8/5/2020), Kebiasaan ini mungkin membuatmu merasa lebih sukses dalam jangka pendek, tetapi pada akhirnya, kamu justru menemui jalan buntu dan burnout.

Memeriksa email sepanjang waktu
Dengan adanya smartphone di dekat kamu, siapa yang bisa menyalahkan jika kamu jadi terpaku pada notifikasi yang masuk? Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa “telepressure di tempat kerja,” atau keinginan untuk merespon pesan dan notifikasi terkait pekerjaan dengan cepat, mengarah ke tingkat stres yang lebih tinggi dan tidur yang lebih buruk. Mengirim balasan sesegera mungkin bisa membantumu tetap memenuhi tanggung jawab. Tapi, itu hanya menempatkan lebih banyak pekerjaan pada porsi kamu.

  • Cara menghentikannya: Coba tahan diri dari memeriksa email, terutama setelah selesai jam kerja. Jika kamu kurang memiliki kemauan untuk menolak inbox kamu, mulailah dengan mematikan semua pemberitahuan di smartphone kamu dan pastikan bahwa mereka tidak muncul di layar saat terkunci. Kamu bisa unduh aplikasi yang bisa menunda semua pesan baru. Dan kamu bisa mengaktifkannya lagi di pagi hari berikutnya, saat siap memasuki mode kerja.

Bekerja sambil makan siang
Makan siang sambil bekerja di meja kerja berulang kali akan membuatmu kehilangan prioritas kesehatan fisik dan mental.

  • Cara menghentikannya: Jika kamu sedang WFH, kamu bisa menjadwalkan waktu makan siang dengan orang-orang rumah. Sementara jika kamu masih bekerja di kantor, kamu dapat meminta rekan dari divisi berbeda untuk mengajakmu makan siang dan membahas hal-hal seru di luar pekerjaan.

Tidak menjadwalkan “Me Time”
Lihatlah jadwal kerjamu. Kapan terakhir kali kamu memberikan waktu kepada dirimu sendiri untuk melakukan sesuatu di luar pekerjaan? Jika kalender kamu hanya penuh untuk jadwal rapat, networking, dan meeting dengan klien, sepertinya kamu tidak pernah menganggap waktu relaksasi diri sebagai hal yang harus dilakukan.

  • Cara menghentikannya: Disarankan melakukan penjadwalan kegiatan spesifik yang bisa membantumu bersantai. Pikirkan tentang apa yang kamu sukai, bisa juga cari ide dari blog favorit. Dengan memiliki rencana kegiatan “Me Time” yang tepat dan pengaturan waktu yang baik, kamu pasti bisa mampu menghindari burnout.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply