Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Tips Buka Puasa untuk Penderita Maag

Sumber foto: Merdeka.com

Topcareer.id – Umat muslim biasanya menyambut dengan rasa suka cita saat memasuki bulan Ramadan. Tapi terkadang, hal ini bisa menjadi kendala bagi yang memiliki riwayat sakit maag.

Bagaimana tidak? Penderita maag biasanya dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makannya. Jika terlewat, perih, mual, pusing akan selalu menghantui mereka.

Nah, agar itu tidak menjadi kendala, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan para penderita maag saat menjalani puasa.

Hindari makanan yang merangsang gas di lambung
Saat berpuasa, sebaiknya kamu menghindari makanan atau minuman yang menimbulkan gas di lambung seperti sawi, kol, nangka, kedondong, kopi, alkohol, susu full cream maupun minuman soda.

Hindari juga mengonsumsi makanan yang memiliki bumbu, rasa pedas dan asam yang berlebih, baik saat sahur dan berbuka.

Pilih makanan yang tepat
Jika sudah mengetahui pantangan makanan, sekarang waktunya memilih makanan yang tepat dengan memastikan tercukupinya kebutuhan kalori, karbohidrat, lemak, gula, protein dan asupan cairan.

Sangat disarankan untuk mengonsumsi nasi atau oatmeal. Pasalnya, karbohidrat yang terkandung dalam 2 makanan tersebut dapat menyerap asam lambung yang berlebih. Dianjurkan juga untuk menyantap makanan yang diolah dengan cara direbus, kukus atau dipanggang.

Hindari tidur setelah makan
Umumnya seseorang akan mengantuk setelah makan sahur. Nah ini yang harus dihindari penderita maag karena dapat meningkatkan sekresi asam lambung.

Tapi, jika tidak bisa menahan kantuk, kamu bisa tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dibandingkan perut, sehingga makanan yang baru saja dikonsumsi tidak kembali ke kerongkongan.

Olahraga
Penderita maag juga perlu berolahraga, terutama sebelum berbuka puasa. Dengan berolahraga, kamu akan mengerakkan tubuh sekaligus usus, sehingga dapat mencerna makanan dengan lebih baik.

Editor: Feby Ferdian

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply