Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, June 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Manfaat Traveling yang Saat Ini Banyak Dirindukan

Sumber foto: Traveling i Love

Topcareer.id – Setelah pandemi berakhir, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan diri adalah melakukan traveling dengan cara yang seaman mungkin.

Traveling atau bepergian, diketahui memiliki efek positif bagi kesehatan. Salah satunya mengurangi risiko serangan jantung, mengobati depresi, serta mendukung kesehatan otak.

Ini juga dapat membantu mengurangi stres penyebab penuaan dini. Menurut statistik, fisik yang kurang aktif bisa menyumbang lebih dari tiga juta kematian per tahun karena bisa memicu penyakit seperti jantung koroner, diabetes tipe 2, dan kanker.

Sebuah penelitian terhadap 12.000 pria paruh baya yang dilakukan selama lebih dari 9 tahun menunjukkan bahwa pria yang tidak mengambil cuti tahunan untuk pergi traveling menunjukkan risiko kematian 20% lebih tinggi, serta risiko kematian lebih tinggi 30% yang disebabkan oleh penyakit jantung.

Demikian pula wanita yang berlibur setiap enam tahun (atau bahkan lebih jarang), menunjukkan risiko kematian koroner yang lebih tinggi daripada mereka yang berlibur dua kali setahun atau lebih.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa efek positif dari traveling terlihat hampir seketika. Setelah hanya satu atau dua hari liburan, 89% responden penelitian mencatat pengurangan stres yang signifikan.

Traveling memaparkan dirimu pada lingkungan yang berbeda, sehingga menciptakan antibodi yang lebih kuat dan meningkatkan sistem imun tubuh secara signifikan. Ketika bepergian dari satu tempat ke tempat lain, tubuh akan beradaptasi dengan ribuan bakteri baru, yang ternyata membuat imun tubuh lebih kuat.

Pergi traveling juga memperluas pikiran. Kamu bisa bertemu orang baru, beradaptasi dengan situasi baru, dan menjadi lebih sadar secara global dan budaya. Ini baik untuk kesehatan karena pengalaman baru bisa meningkatkan fleksibilitas kognitif, dan membuat pikiran tetap tajam.

“Travelling bisa menantang otak dengan pengalaman dan lingkungan baru yang berbeda, ini adalah perilaku penting yang bisa meningkatkan kesehatan otak dan membangun ketahanan otak sepanjang umur,” ucap Dr. Paul Nussbaum, presiden dan pendiri Pusat Kesehatan Otak,

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply