Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, November 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

IATA Menentang Penghapusan Kursi Tengah di Pesawat

Sumber foto: alkhaleejtoday.co

Topcareer.id – The International Air Transport Association atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada hari Selasa (5/5) mengatakan perjalanan udara aman karena risiko penularan virus corona rendah.

Dalam kesempatan itu, IATA juga menentang penghapusan kursi tengah di pesawat sebagai bagian dari aturan jarak sosial.

Badan penerbangan global mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan mengenai transmisi virus corona dari penumpang ke penumpang selama penerbangan.

“Netralisasi kursi tengah tidak memberikan jaminan tambahan keselamatan onboard dari virus. Itu bukan sesuatu yang nyata. Sebagian besar maskapai global tidak akan mampu menghasilkan uang tahun lalu jika sepertiga dari kursi telah dihapus,” kata Brian Pearce, kepala ekonom IATA, seperti dikutip dari khaleejtimes, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Miris, Boeing Catat Pembatalan Pesanan 150 Pesawat Saat Pandemi

Menurut Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal IATA, membiarkan kursi tengah kosong adalah salah satu syarat untuk dimulainya kembali perjalanan udara yang dibahas dengan pemerintah di seluruh dunia.

Dr. David Powell, penasihat medis IATA, menekankan bahwa risiko penularan virus di pesawat rendah karena tidak ada udara stagnan, laju aliran udara tinggi dan pasokan udara juga sangat disaring, sehingga meminimalkan penyebaran tetesan di dalam kabin.

Dia mengatakan alokasi kursi normal dapat dipertahankan, tetapi merekomendasikan langkah-langkah tertentu dalam penerbangan, termasuk membatasi pergerakan di dalam kabin selama penerbangan, wajib memakai masker, serta prosedur katering yang disederhanakan untuk membatasi pergerakan dan interaksi.

Baca juga: Wabah Corona, Maskapai Penerbangan Dunia Bingung Parkir Pesawat

Sebuah analisis dari 18 maskapai penerbangan yang dilakukan IATA menunjukkan bahwa ada tiga kejadian infeksi penumpang pada kru, pilot-ke-pilot, tetapi tidak ada transmisi virus corona dari penumpang ke penumpang selama penerbangan.

“Risiko penularan virus onboard rendah karena orang umumnya menghindari bepergian ketika mereka tidak sehat. Mereka juga menghindari saling menyentuh sesama dan permukaan, serta menutupi wajah mereka ketika batuk atau bersin. Tidak ada yang menunjukkan bahwa memiliki kursi tengah yang kosong mengurangi kemungkinan Covid-19 dari satu orang ke orang lain,” tambah Dr. Powell.

Dr. Powell mencatat, semua pesawat jet buatan negara-negara barat modern lebih aman karena daur ulang pasokan udara bukan masalah di pesawat ini.

“Jadi sirkulasi udara tidak menjadi masalah, tetapi yang jadi masalah adalah tetesan dari satu penumpang ke penumpang lain,” katanya.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply