Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, June 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Cara Meminta Maaf yang Baik dan Benar

Sumber foto: goalcast.com

Topcareer.id – Permintaan maaf adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, dan itu terjadi di setiap tingkat kehidupan, di setiap usia dan di setiap tahap perkembangan pribadi.

Permintaan maaf yang benar dan tulus menuntut diri kita untuk menerima tanggung jawab, menyatakan penyesalan, melakukan restitusi aktif, bertobat dan kemudian juga meminta pengampunan yang diharapkan. Tanpa elemen-elemen ini, tidak ada permintaan maaf yang lengkap.

Seperti dikutip dari laman medium.com, Rabu (13/5/2020), berikut penjelasan lengkap terkait elemen-elemen yang disebutkan tadi.

Nyatakan penyesalan
Bagian pertama permintaan maaf membutuhkan ekspresi penyesalan. Untuk meminta maaf berarti mengatakan bahwa kamu menyesal, dan bersungguh-sungguh. Ini adalah kombinasi dari kata-kata, tindakan dan emosi yang tulus. Tidak peduli apa yang kamu lakukan, tidak peduli bagaimana situasinya, tanpa ekspresi penyesalan, proses permintaan maaf hanya akan jadi bahan perdebatan.

Menerima tanggung jawab
Mungkin salah satu aspek tersulit dari permintaan maaf yang baik adalah penerimaan tanggung jawab. Tidak mudah untuk mengakui bahwa dirimu salah, dan tidak mudah juga untuk mengakui bahwa kamu telah mengacaukan atau membuat pilihan yang buruk. Namun, menerima tanggung jawab sangat penting, dan bukan hanya sebagai bagian dari permintaan maaf.

Lakukan restitusi
Restitusi bisa menjadi topik yang sensitif, tetapi merupakan bagian penting dari proses permintaan maaf. Daripada hanya menerima tanggung jawab atau menyebutkan penyesalan, kamu harus meyakinkan pihak yang terluka bahwa mereka masih dicintai, dihargai, dan dicari.

Karena ketika kamu melukai perasaan atau kepercayaan seseorang yang dekat dengan kamu, itu mencerminkan ikatan yang kamu miliki dengan orang tersebut, sehingga ikatan itu harus diperkuat melalui restitusi jika ingin memiliki harapan untuk selamat dari situasi ini.

Bertobat
Orang biasanya cenderung memikirkan permintaan maaf dalam hal kata-kata saja, padahal respons yang akan mereka dapatkan benar-benar ditentukan oleh tindakan yang mereka berikan. Permintaan maaf tanpa tindakan tidak ada gunanya, dan tindakan itu haruslah menunjukkan perubahan pikiran atau perubahan yang tulus.

Sampaikan permintaan maaf dengan baik
Mintalah pengampunan dan sisakan ruang untuk memahami proses atau penolakannya. Hanya karena kamu meminta maaf, bukan berarti kamu serta merta berhak mendapatkannya. Setiap orang sembuh dalam waktu berbeda-beda. Mereka yang telah tersakiti, berhak menentukan sikapnya dalam memberikan maaf.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply