Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Vans Luncurkan Sepatu untuk Penderita Autisme

Sepatu Vans. (dok. vans)

Topcareer.id – Brand sepatu Vans telah merancang desain khusus untuk pemakainya yang memiliki gangguan spektrum autisme.

Koleksi sepatu Vans baru ini menampilkan elemen sensorik inklusif seperti palet warna yang menenangkan dan fitur yang fokus pada indera sentuhan, penglihatan dan suara.

Melalui siaran persnya dikatakan, sejak 1966, Vans telah berdiri sebagai juara individualitas dan ekspresi diri, dengan proyek ini, Vans merayakan aspek unik bagi semua orang.

Baca juga: Nike Bagikan 30 Ribu Sepatu Gratis untuk Tenaga Medis

Connie LaBouff mengatakan kepada CNN bahwa dia hampir menangis ketika melihat koleksi tersebut. Putranya Logan, 8, yang didiagnosis pada spektrum autisme sejak berusia 3 tahun kini bisa menemukan sepatu yang cocok.

“Dia memiliki bahasa ekspresif yang terbatas dan selalu berjuang mencari sepatu,” katanya. Connie mengatakan sulit untuk menemukan sepatu untuk anaknya terutama yang tanpa tali sebab dia tidak mampu mengikat sepatunya karena semakin tua.

Sebagian besar sepatu Vans didesain dalam model slip-on untuk memudahkan pemakaian. Satu model dirancang khusus untuk anak-anak dan balita dengan menyediakan single strap dan loop tunggal untuk memastikan sepatu pas di kaki.

Baca juga: Tips Sepatu Tetap Awet selama Pandemi Covid-19

Joyce Skogen, yang putrinya juga mengalami autisme, mendukung Connie untuk koleksi baru sepatu Vans khusus autis.

“Sebagai ibu dari seorang anak dalam spektrum autisme, sulit menemukan pakaian dan sepatu yang memenuhi kebutuhan putri saya,” kata Joyce. Dia mengatakan bahwa sepatu vans khusus autis ini memberikan putrinya kebebasan menggunakan sepatu.

Vans akan menyumbangkan minimal USD 100.000 dari hasil penjualan koleksi khusus ini kepada A.skate Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mengajarkan skateboarding kepada anak-anak dengan autisme. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply