Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, July 5, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Coba Sekali-kali untuk Malas, Itu Baik untuk Otakmu

Ilustrasi. (dok. The Telegraph)

Topcareer.id – Pandemi virus corona menyebabkan jumlah stres yang tidak dapat diatasi. Banyak yang bahkan merasa seperti berada di ambang kegilaan, sebagian karena mereka khawatir tidak melakukan sebanyak yang mereka pikir seharusnya.

Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa memberi dirimu izin untuk bermalas-malasan mungkin bisa jadi penangkal yang sempurna.

Pola pikir produktivitas tidak selalu sehat

Kebanyakan orang merasa dirinya buruk karena malas. Ketika bicara soal “malas,” kata Chris Bailey seorang penulis soal produktivitas, bukan tentang menghabiskan waktu tanpa pikiran. Ia berbicara tentang kemalasan yang pantas, atau memilih untuk tidak melakukan apa pun.

“Untuk sebagian besar hari, tujuan kami adalah tetap fokus sehingga kami dapat terus memeriksa beberapa hal di daftar tentang yang harus dilakukan. Itu hal yang baik ketika, misalnya, kami berada di kantor. Ini membantu kami mengembangkan pola pikir produktivitas dan mencapai lebih banyak,” kata Bailey dalam laman CNBC Make It.

Selama pandemi, pola pikir produktivitas bisa menjadi hal yang buruk. Itu karena otak kita terhubung secara selektif untuk fokus pada hal-hal yang kita temukan baru dan mengancam.

Ini menjelaskan mengapa kita melakukan hal-hal seperti memeriksa berita (atau media sosial) setiap 10 menit atau memikirkan email yang mengkhawatirkan yang diterima tiga minggu lalu.

Terjebak di dalam ruangan memperburuk keadaan. Pola pikir produktivitas di rumah mengubah kehidupan pribadi kita menjadi daftar periksa berjalan, daripada sesuatu yang harus dinikmati.

“Kita mencoba menjejalkan lebih banyak tugas di tiap harinya, sehingga menghindari kegiatan yang lebih lambat (dan lebih sehat) yang membuat kita sebenarnya bahagia, seperti berjalan-jalan atau membaca buku yang bagus,” kata dia yang juga penulis terlaris “Hyperfocus: How to Be More Productive in a World of Distraction” dan “The Productivity Project”.

Biarkan dirimu malas

Hampir tidak ada yang menguras produktivitas kita lebih dari sekadar cemas. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan kemalasan dan ketenangan.

Jadi berhentilah sibuk dan biarkan otakmu tidak melakukan apa-apa. Berhenti terobsesi dengan berita. Lupakan nilai waktu dirimu. Lepaskan diri dari pola pikir produktivitas.

“Tunggu pikiranmu untuk memberi tahumu apa yang dibutuhkannya, bukan apa yang sangat dibutuhkannya. Setelah jangka waktu tertentu, kamu akan menemukan bahwa otakmu telah melambat. Lalu, berjalanlah. Tonton beberapa Netflix. Dengarkan musik. Berendam dalam air hangat,” ucap Bailey. * (RW)

Leave a Reply