Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, July 10, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Terasa Amat Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini? Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi. (dok. Dailymail)

Topcareer.id – Mendekati hari lebaran hingga hari ini, banyak masyarakat yang mengeluh-eluhkan kondisi cuaca yang panas yang membuat tubuh kegerahan dan berkeringat.

Terkait hal tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan bahwa suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi.

“Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut, dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam keteraangan tertulisnya, pada Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam 5 hari terakhir beberapa wilayah di Indonesia berada dalam kisaran suhu udara 34 – 36°C dan hal itu disebutnya wajar karena perkembangan cuaca yang akan memasuki musim kemarau.

“Fenomena udara gerah sebenarnya adalah fenomena biasa pada saat memasuki musim kemarau. Untuk Jabodetabek, periode April-Mei adalah bulan-bulan di mana suhu udara secara statistik berdasarkan data historis memang cukup tinggi, selain periode Oktober-November. Pada musim kemarau suhu udara maksimum di Jakarta umumnya berada pada rentang 32-36°C,” tambahnya.

Baca juga: Pengaruh Cuaca dalam Penyebaran Virus Corona, Ini Kata BMKG

Selain itu, menurut Herizal udara panas gerah juga akan lebih terasa apabila hari menjelang hujan, karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi, tetapi tetap perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit seperti banyak mengkonsumsi air putih, buah buahan segar, termasuk memakai tabir surya jika beraktivitas di luar ruangan. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply