TopCareerID

Dorong Infrastruktur Digital, Tencent Investasi Rp 1.000 Triliun Lebih

Gedung Tencent. (dok. TechinAsia)

Topcareer.id – Raksasa teknologi China Tencent akan menginvestasikan 500 miliar yuan (USD70 miliar atau sekitar Rp 1.033 triliun) selama lima tahun ke depan di bidang cloud computing hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ini merupakan langkah yang disokong oleh Beijing untuk mendorong infrastruktur digital.

Pengumuman itu muncul setelah perusahaan yang dikenal untuk mengoperasikan layanan perpesanan populer WeChat itu, mengatakan bahwa pihaknya akan menerbitkan hingga USD20 miliar obligasi baru kepada investor profesional untuk meningkatkan modal.

Rencana investasi Tencent akan meningkatkan persaingan dengan raksasa teknologi China lainnya, seperti Alibaba ke Baidu, di bidang teknologi yang sedang berkembang.

Baca juga: Jack Ma Mundur dari SoftBank Saat Perusahaan Rugi Besar

“Sektor-sektor kunci lain dari investasi termasuk blockchain, server, pusat data besar, pusat superkomputer, sistem operasi internet hal-hal, jaringan 5G dan komputasi kuantum,” kata Dowson Tong, wakil presiden eksekutif senior Tencent, dikutip dari Reuters, Selasa (26/5/2020).

Tencent mengatakan akan fokus membangun pusat data besar yang masing-masing berisi lebih dari satu juta server. Ini juga akan membangun taman industri baru dan pusat inovasi.

Hal ini juga akan mendukung dorongan China untuk “infrastruktur baru” – istilah yang digunakan oleh Beijing untuk mencakup bidang teknologi seperti AI, jaringan seluler generasi mendatang yang dikenal sebagai 5G, dan infrastruktur di sekitar transportasi seperti mobil listrik.

Pada hari Jumat, Perdana Menteri China Li Keqiang mengumumkan rencana untuk mengeluarkan lebih banyak utang untuk mendukung proyek-proyek “infrastruktur baru”.

Baca juga: Dapat Dana dari Facebook, Mukesh Ambani Kalahkan Jack Ma Jadi Orang Terkaya se-Asia

Perusahaan itu juga mengatakan akan bekerja dengan para ahli penelitian ilmiah dan laboratorium, serta berinvestasi dalam penelitian teknologi besar. Raksasa teknologi China telah mempertajam fokus mereka pada “infrastruktur baru” tahun ini.

Raksasa e-commerce JD.com menciptakan unit bisnis Cloud dan AI baru tahun ini untuk fokus pada dua bidang teknologi.

Sementara itu, Alibaba mengatakan pada bulan April bahwa mereka akan menginvestasikan 200 miliar yuan selama tiga tahun di divisi cloud computingnya. Alibaba adalah pemain cloud terbesar di China. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version