Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

20 Ribu Ton Minyak Tumpah Ke Sungai, Rusia Nyatakan Keadaan Darurat

Sumber foto: indiatimes.com

Topcareer.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keadaan darurat di kota Norilsk setelah terjadinya tumpahan minyak besar-besaran di wilayah Kutub Utara.

Diperkirakan, sekitar 20.000 ton bahan bakar dari pembangkit listrik tumpah ke jalan, dan sebagian besar masuk ke sungai pada 29 mei 2020 lalu.

Sejumlah besar minyak merembes ke Sungai Ambarnaya di Siberia. Kebocoran itu disebabkan oleh kerusakan yang tidak disengaja pada tangki penyimpanan bahan bakar diesel di pabrik yang dioperasikan oleh anak perusahaan Nornickel.

“Tangki itu diperiksa setiap dua tahun sekali. Ada seluruh daftar kriteria untuk inspeksi.” kata Sergey Dyachenko, Wakil Presiden Pertama dan Chief Operating Officer Nornickel.

Saat ini, upaya pembersihan sedang berlangsung. Perusahaan yang merupakan produsen utama paladium, nikel logam, platinum, dan tembaga bermutu tinggi itu mengatakan akan melakukan semaksimalnya untuk menyelesaikan masalah minyak tumpah tersebut.

Baca juga: Rusia Jadi Negara dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di Dunia

Badan lingkungan hidup pemerintah juga turun tangan membantu perusahaan dengan melakukan inspeksi bersama sepanjang sungai melalui udara, untuk mencari kemungkinan adanya kejadian kontaminasi diesel.

Setelah memeriksa tempat kejadian, mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden itu bisa disebabkan oleh pencairan tanah.

“Penyebabnya belum ditentukan dan kemungkinan merupakan kombinasi dari kedua faktor perubahan iklim dan terkait infrastruktur,” ucap Dmitry Streletskiy, seorang profesor di George Washington University, kepada Bloomberg.

“Tidak pernah ada kecelakaan seperti itu di zona Arktik.” ucap Oleg Mitvol, mantan wakil kepala pengawas lingkungan Rusia Rosprirodnadzor.

Wilayah Arktik sangat rapuh dan kerusakan keseluruhan bisa sangat besar. Mitvol menambahkan, pembersihan bisa memakan waktu antara lima hingga 10 tahun dengan biaya mencapai USD 1,5 miliar.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply