Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 23, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Rusia Jadi Negara dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di Dunia

Suasana lockdown di Rusia. (dok. Deccan Herald)

Topcareer.id – Rusia telah mengonfirmasi lebih dari 232.000 kasus virus corona per 13 Mei 2020, menurut data Johns Hopkins University. Angka itu adalah korban tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Menurut laporan media setempat, di antara yang telah terinfeksi, ada juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov. Dia adalah pejabat tinggi terbaru yang dites positif, setelah Perdana Menteri Mikhail Mishustin terserang penyakit.

Berita itu muncul sehari setelah Presiden Putin melonggarkan kebijakan lockdown, dan memberi semua daerah kebebasan untuk menetapkan batasan, tergantung pada keadaan setempat.

Meskipun jumlah kasus terkonfirmasi tinggi, jumlah kematian Rusia hanya 2.116. Pejabat pemerintah mengatakan program pengujian massal di negara itu bertanggung jawab atas tingkat kematian yang rendah, meski banyak yang percaya jumlah itu sebenarnya jauh lebih tinggi.

Apa yang terbaru di Rusia?

Media lokal melaporkan pada hari Selasa bahwa Peskov telah dinyatakan positif mengidap virus tersebut dan sekarang dirawat di rumah sakit. “Ya, saya sakit. Saya menerima perawatan,” katanya seperti dikutip kantor berita.

Perdana Menteri Mishustin dinyatakan positif terkena virus corona dua minggu lalu. Sejak itu, menteri kebudayaan Olga Lyubimova juga telah didiagnosis mengidap virus tersebut, demikian pula menteri konstruksi Vladimir Yakushev dan salah satu wakilnya.

Peskov mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa dia terakhir kali bertemu langsung dengan Presiden Putin lebih dari sebulan yang lalu. Putin bekerja jarak jauh dari kediamannya di luar ibukota, dan Kremlin mengatakan kesehatannya terlindungi dengan baik.

Presiden mengumumkan akhir dari kebijakan “hari tidak bekerja” di sebuah pidato televisi pada hari Senin. Setelah enam minggu lockdown, warga Rusia mulai kembali bekerja pada Selasa pagi.

Wabah itu masih jauh dari selesai, presiden memperingatkan. “Bahaya tetap ada. Tetapi semua sektor ekonomi harus mulai memulai kembali,” katanya.

Moskow adalah pusat dari banyaknya laporan kasus infeksi virus corona di Rusia. Moskow memiliki lebih dari setengah kasus di negara itu, dan lebih dari setengah untuk total korban yang meninggal.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply