TopCareerID

Starbucks Perkirakan Merugi Rp45,3 Triliun karena Pandemi

Sumber foto: Travel Kompas

Topcareeer.id – Starbucks memperkirakan akan mengalami kerugian pada kuartal ketiga fiskal, di mana akan kehilangan pendapatan sebanyak USD3,2 miliar atau sekitar Rp45,3 triliun karena pandemi virus corona.

Perkiraan untuk pertumbuhan penjualan toko yang sama lebih suram. Untuk tahun fiskal penuh, perusahaan mengharapkan pendapatan penjualan daari kafe yang sama di dua pasar terbesarnya, Amerika Serikat dan China, menurun 10% menjadi 20%.

Ini memperkirakan pertumbuhan penjualan yang sama rata di China pada akhir kuartal keempat fiskal dan memprediksi penjualan yang sama di AS akan tetap negatif.

“Dengan setiap minggu yang berlalu, kami melihat bukti yang jelas tentang pemulihan bisnis, dengan peningkatan berurutan dalam kinerja penjualan yang sebanding,” tulis CEO Kevin Johnson dan CFO Pat Grismer dalam sebuah surat kepada para pemangku kepentingan, dikutip dari CNBC.

Baca juga: Cara Starbucks Perangi Covid-19, Bagikan Kopi Gratis Hingga Sumbang Rp 7,3 Miliar

“Merek Starbucks tangguh, afinitas pelanggan kuat dan kami percaya periode yang paling sulit sudah di belakang kami.”

Penjualan toko yang sama di AS turun 43% pada Mei karena perusahaan membuka kembali lokasi dengan jam dan operasi yang dimodifikasi. Pada akhir bulan, 91% toko di AS telah dibuka kembali. Pada minggu terakhir bulan Mei, penjualan toko yang sama turun 32%. Sekitar 95% lokasi AS dibuka lagi.

Di China, penjualan toko yang sama turun 21% di bulan Mei, peningkatan penjualan di toko yang sama di bulan April turun 32%. Pada minggu terakhir bulan Mei, penjualan toko yang sama turun hanya 14% dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Dari Apple sampai Starbucks, Begini Perusahaan Besar Dunia Hadapi Pandemi Corona

Sekitar 90% dari kafe China kembali ke jam operasional pra-pandemi mereka, dan 70% memiliki tempat duduk penuh. Pada bulan April dan Mei, Starbucks membuka 57 toko baru di China. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version