Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 22, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

BI: Pandemi Covid-19 Bikin Transaksi Digital Meningkat

Sumber foto: Anadolu Agency

Topcareer.id – Semasa pandemi Covid-19, Bank Indonesia melaporkan adanya peningkatan transaksi ekonomi lewat digital. Ini menandakan meningkatnya akseptasi masyarakat terhadap digital payment di tengah penurunan aktivitas ekonomi selama masa PSBB.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual usai Rapat Dewan Gubernur bulanan pada Kamis (18/6/2020), menyatakan transaksi ekonomi melalui digital meningkat pesat, di mana pembatasan sosial diberlakukan, banyak orang work from home, serta pshycal distancing.

“Dan ini tentu saja sangat memudahkan bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai transaksi ekonomi dan keuangan. Preferensi masyarakat ke digital semakin menguat dengan adanya Covid-19,” kata Gubernur BI.

Itulah mengapa Bank Indonesia akan terus agresif melakukan digitalisasi sistem ekonomi pembayaran. Apalagi di masa transisi new normal ini.

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Capai USD192,4 Miliar di Akhir April 2020

Menurut Perry, salah satu kriteria new normal yang juga aspek penting new normal adalah meningkatnya berbagai aktivitas manusia secara virtual atau digital dari beragam aspeknya, mulai dari pendidikan, bagiamana bekerja, hingga ke sisi ekonomi dan keuangan. “This is new normal,” ujar Perry.

“Sektor keuangan apakah perbankan juga fintech menyambut baik dalam memberikan pelayanan service transaksi ekonomi dan keuangan secara digital,” ucap Perry.

Kelancaran sistem pembayaran

Dalam laporan Bank Indonesia, posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Mei 2020 mencapai Rp 798,6 trilun, tumbuh negatif sebesar 6,06% (yoy), sejalan dengan dampak menurunnya permintaan uang baik akibat kegiatan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 yang melemah maupun dampak penundaan cuti bersama Idul fitri.

Sejalan dengan kegiatan ekonomi yang menurun, transaksi nontunai menggunakan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) pada April 2020 juga menurun dari -4,72% pada Maret 2020 menjadi -18,96% (yoy).

Baca juga: Survei: Akibat Pandemi, Masyarakat Indonesia Lebih Suka Pembayaran Nontunai

Namun demikian, transaksi UE pada April 2020 tetap tumbuh tinggi mencapai 64,48% (yoy) dan volume transaksi digital banking pada April 2020 tumbuh 37,35% (yoy). Perkembangan ini mengindikasikan menguatnya kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD).  

Ke depan, Bank Indonesia akan terus meningkatkan efektivitas kebijakan sistem pembayaran di era kenormalan baru khususnya untuk mendorong aktivitas ekonomi digital melalui perluasan implementasi QRIS di berbagai sektor.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply