Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Kebiasaan Ini Bakal Lenyap di Masa Depan, Akibat COVID-19

pixabay

Topcareer.id – Perkembangan teknologi yang sangat pesat mengakibatkan beberapa hal yang masih bertahan di masa lalu hingga sekarang diprediksi akan hilang.

Tak hanya teknologi, pandemi COVID-19 juga turut menghilangkan kebiasaan yang sebelumnya masih ada menjadi tak ada.

Berikut beberapa hal yang akan segera pudar dan menghilang di masa depan.

Touch screen
Bisnis harus memikirkan kembali touch screen publik karena lebih banyak pelanggan melihat permukaan sebagai risiko infeksi, tidak peduli seberapa sering mereka dibersihkan. Beberapa orang akan membawa pena khusus untuk mengetuk layar.

Pelanggan akan beralih ke smartphone mereka. Itu memberi peluang banyak perusahaan untuk mendorong aplikasi seluler mereka, yang jumlahnya sangat banyak. Perintah suara dan pengenalan gerakan adalah pengganti potensial tetapi kegunaannya terbatas. Perintah suara mungkin tidak berfungsi di lingkungan yang ramai dan bising. Gerakan tangan pun bisa tidak akurat.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk Yang Bikin Kulit Tidak Sehat

Jabat tangan
Karena sekarang kamu tidak bisa berjabat tangan secara sosial, perilaku ini diprediksi akan mengakar secara budaya hingga terbawa ke masa depan. Pakar kesehatan dan juga mereka yang mempelajari perilaku sosial mengatakan berjabat tangan mungkin tidak kan kembali, bahkan ketika kita telah bisa kembali lebih dekat kurang dari 1 meter dengan orang lain.

Kunci
Banyak gedung perkantoran dan hotel hingga kendaraan yang tak lagi menggunakan kunci untuk mendapatkan akses. Bahkan kini telah ada software yang terhubung untuk membuka kunci dari smartphone. Untuk mobil, berbagai layanan seperti Audi Connect dan GM OnStar telah memungkinkan untuk membuka dan mengunci mobil dari jarak jauh dan bahkan menyalakan mesin mobil dengan aplikasi pada smartphone.

Tanda tangan tinta
Praktek jarak sosial dan budaya mewaspadai permukaan suatu benda akibat penyebaran COVID-19 dapat membuat tanda tangan “basah” di atas kertas dokumen semakin ditinggalkan. Pergantian ke tanda tangan digital akan menjadi trend baru. Dengan perluasan penggunaan e-signature dalam iklim saat ini, praktik seperti itu kemungkinan akan terus digunakan begitu kehidupan kembali dengan new normal.

Baca juga: Mahasiswa Temukan Bakteri yang Bisa ‘Memakan’ Plastik

Internet dial-up
Suatu saat nanti jika kamu ingin mendengar bunyi bip dan deru komputer khas yang daring melalui modem, kamu bisa melakukannya di museum atau di lokasi yang sangat tertinggal teknologinya. Beberapa penyedia layanan internet masih menawarkan koneksi dial-up untuk internet. Tetapi sejumlah penyedia layanan internet yang lebih besar, seperti verizon online, telah berhenti dan tidak menerima pendaftaran pelanggan dial-up baru sama sekali.

Reusable bags
Akibat pandemi global virus corona yang menyebar dengan masif, reusable bags dianggap berpotensi terkontaminasi oleh virus corona. Banyak negara bagian di Amerika telah melarang penggunaan reusable bags dan harus menggunakan kantong plastik sekali pakai. Sejak pandemi terjadi, industri telah melobi pemerintah federal untuk menyatakan bahwa kantong plastik lebih higienis.

Privasi kamu
Jika kamu sedang online, kamu sebaiknya mengasumsikan bahwa kamu sudah tidak memiliki privasi lagi. Setiap kali kamu klik mouse pada internet, maka data kamu dapat dilacak, dicatat, dan berpotensi dianalisis, dan akhirnya digunakan oleh manajer produk situs web, pemasar, peretas, dan lainnya.

Untuk menggunakan sebagian besar layanan di internet, pengguna harus ikut serta dalam syarat dan ketentuan yang diminta dan memungkinkan data mereka dikelompokkan. Sebagian besar orang sudah menggunakan smartphone yang dimuat dengan sensor dan data GPS. Smartphone juga bisa digunakan untuk melacak penyebaran COVID-19. * (RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan