Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, July 8, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pelaku IKM Didorong untuk Promosi Online di Marketplace

Sumber foto: noypigeeksSumber foto: noypigeeks

Topcareer.id – Pelaku industri kecil menengah (IKM) didorong untuk lebih go digital dengan melakukan pemasaran online melalui marketplace. Apalagi, di tengah kondisi pandemi yang membuat promosi offline menjadi kurang efektif.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa dengan pemasaran online, pelaku IKM juga bisa menembus pasar global. Pelaku IKM perlu memanfaatkan peluang perdagangan business to business di platform online.

 “Kami terus berupaya mendukung dan meningkatkan kemampuan IKM dalam memasarkan produk-produk yang berorientasi ekspor sesuai dengan kebutuhan pasar dan kualitas yang diinginkan oleh buyer,” ucap Gati dalam keterangan persnya, Minggu (28/6/2020).

Baca juga: 5 Karier Menarik di Industri Perkapalan

Gati mengemukakan, berdasarkan data yang dianalisa oleh platform Alibaba.com, banyak komoditas di Indonesia yang ternyata malah dipasok dari negara lain, seperti Vietnam dan Thailand.

Beberapa komoditas tersebut antara lain aneka tepung (tepung tapioka, tepung sagu), aneka buah kering (mangga, nangka, buah naga, pepaya), keripik buah (nangka, pisang, singkong), gula (gula merah, gula palma, gula batu), kopi, teh, bubuk kelor, olahan kelapa (bubuk kelapa, VCO) dan rempah (bubuk lada, bubuk kayu manis).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Ditjen IKMA, jumlah sektor IKM pangan mencapai 1,6 juta unit usaha atau 35,39%, dari unit usaha IKM keseluruhan sebanyak 4,52 juta, dengan total penyerapan tenaga kerja hingga 11 juta orang. Mengacu data tersebut, dapat dilihat peran IKM pangan dalam pengembangan industri nasional sangat penting.

“Indonesia harus dapat memanfaatkan situasi ini sebagai peluang, terutama untuk IKM pangan. Untuk dapat bersaing, faktor penting yang harus diperhatikan oleh industri pangan adalah keamanan dan mutu pangan. Selain itu, penggunaan teknologi proses yang efisien dan inovatif, dan pengembangan produk, menyesuaikan dengan permintaan pasar,” papar Gati.

Baca juga: Ini Tantangan Tingkatkan Ekspor Industri Produk Tekstil Saat Pandemi

Upaya peningkatan ekspor produk IKM pangan juga dilakukan melalui program pemasaran produk IKM pangan berorientasi ekspor. Lewat program ini, IKM bermitra dengan Alibaba.com dalam program membership sebagai supplier.

Untuk memenuhi kriteria pasar ekpor, Ditjen IKMA juga melakukan program peningkatan keamanan mutu pangan melalui Program Pendampingan, Bimbingan dan Sertifikasi HACCP bagi IKM Makanan.

Dengan memiliki sertifikat HACCP, para pelaku IKM pangan akan lebih percaya diri untuk memenuhi kriteria pasar ekspor.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply