Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Fastly, Bukan Zoom, yang Sahamnya Melonjak Paling Tinggi karena Pandemi

Peluncuran IPO Fastly. (dok. Fortune)

Topcareer.id – Aplikasi penunjang aktivitas work from home (WFH) Fastly baru-baru ini menjadi “kekasih idaman baru” di pasar saham.

Nilai perusahaan cloud-computing itu menguat 15% karena investor kembali ke saham yang diuntungkan oleh lockdown yang berkepanjangan. Fastly meraup total keuntungan sejak Februari naik menjadi 222%, menyalip Zoom sebagai saham dari aplikasi WFH berkinerja terbaik selama pandemi virus corona.

Walaupun sudah menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak dibicarakan selama beberapa bulan terakhir, Zoom hanya naik 159% sejak pasar saham mencapai puncaknya. CNBC pertama kali melaporkan Fastly menyusul Zoom.

Fastly berfokus pada layanan pengiriman konten dan mengandalkan perusahaan populer Slack dan Spotify di antara para pelanggannya. Karena pesan untuk tetap di rumah mengantarkan lebih banyak orang ke layanan online seperti itu, para analis memandang perusahaan cloud-computing sebagai penerima manfaat utama dari tren telekomunikasi.

Baca juga: Zoom Laporkan Pertumbuhan Pendapatan Hingga 169%

Investor bukan satu-satunya yang diuntungkan oleh Fastly. Perusahaan menjual 6 juta saham lagi di bulan Mei dengan harga masing-masing USD 41,50. Sahamnya sempat naik 76% dari harga penawaran lanjutan.

Lonjakan saham Fastly dimulai pada 17 Mei 2019, ketika investor berbondong-bondong membeli penawaran umum perdana (IPO) yang mendorong nilai saham 60% lebih tinggi. Saham menetap di angka sekitar USD 20 hingga akhir tahun lalu dan memasuki Mei 2020 melonjak lebih tinggi.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini juga bukan satu-satunya bisnis cloud computing yang mengalami keuntungan akibat pandemi. Saham Akamai dan Cloudflare juga naik.

Fastly ditutup pada harga USD 73,27 per saham pada perdagangan akhir Juni lalu, naik 275% sejak setahun ke belakang. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply