Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ruangan di Rumah yang Paling Berisiko Terkontaminasi Covid-19

Sumber foto: Freepik

Topcareer.id – Selama pandemi virus corona, rumahmu seharusnya menjadi tempat perlindungan dari dunia luar yang menakutkan. Tetapi sebuah studi baru akan membuatmu melihat segalanya secara berbeda.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh American Society for Microbiology, bantal dan seprai di tempat tidur dapat menjadi sarang untuk partikel virus Covid-19 jika kamu atau anggota keluarga kamu ada yang terinfeksi.

Para peneliti melihat sampel dari kamar rumah sakit pasien virus corona di Chengdu, China, dan menemukan bahwa 40% permukaan diuji positif Covid-19. Area yang paling terkontaminasi di kamar pasien adalah ranjang tempat tidur (54%), bantal (50%), dan seprai (50%).

Yang lebih mengganggu adalah, sebagian besar kamar tidur di rumah sama sekali tidak sebersih, dan tak mendapat disinfeksi sesering kamar rumah sakit.

Meskipun tidak ada seorang pun di keluargamu yang kelihatan sakit, waspadalah terhadap penelitian baru lainnya yang menemukan bahwa pasien tanpa gejala dapat sangat menyebarkan penyakit ini.

Baca juga:

Penelitian ini melihat empat permukaan, yakni bedrail, bantal, seprai, dan saluran keluar udara, di kamar pasien yang asimptomatik. Mereka menemukan bahwa siapapun yang melakukan kontak dekat dengan 4 hal itu berisiko besar. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal mSphere.

“Ini adalah pengingat yang bermanfaat bahwa kontaminasi tersebar luas. Udara yang keluar dari ruang tekanan negatif juga dapat terkontaminasi,” Charles Bangham, Profesor Imunologi di Imperial College London, Inggris, mengatakan kepada Newsweek.

“Yang paling penting adalah meminimalkan kontak dengan orang lain, terutama yang rentan,” lanjut dia.

Bagham menyarankan, pakailah masker saat berada di dekat orang lain, dan segera mencuci tangan secara menyeluruh setelah ada kemungkinan kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply