Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Samsung Prediksi Laba Operasional Kuartal II 2020 Naik 23%

Bernard Ang IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia (tengah), Vincent Iswara, Chief Executive Officer DANA (kiri) dan Imam Akbar Hadikusumo, VP Business Development GoPay (kanan), menandatangani nota kerja sama untuk menghadirkan akses pembayaran menggunakan DANA dan GoPay (segera) melalui Samsung Pay di Jakarta, Kamis (10/10/2019). (Topcareer.id/Hilda Ilhamil Arofah)Bernard Ang IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia (tengah), Vincent Iswara, Chief Executive Officer DANA (kiri) dan Imam Akbar Hadikusumo, VP Business Development GoPay (kanan), menandatangani nota kerja sama untuk menghadirkan akses pembayaran menggunakan DANA dan GoPay (segera) melalui Samsung Pay di Jakarta, Kamis (10/10/2019). (Topcareer.id/Hilda Ilhamil Arofah)

Topcareer.id – Samsung memposting earning guidance (prediksi pendapatan) untuk kuartal kedua tahun 2020 (April-Juni). Angka-angka yang cukup mengejutkan dalam hal yang baik. Laba operasional kemungkinan naik hampir 23% menjadi 8,1 triliun won Korea (sekitar USD6,8 miliar) dari tahun lalu.

Prediksi laba operasional raksasa teknologi Korea Selatan itu mengalahkan angka 6,4 triliun won yang diprediksi analis melalui Refinitiv SmartEstimate.

Sementara itu, pendapatan konsolidasi kemungkinan turun menjadi 52 triliun won, penurunan 6,02 persen dibandingkan dengan Q1 2020 dan penurunan 7,36 persen dibandingkan dengan Q2 2019.

Perusahaan tidak memberikan rincian bagaimana kinerja masing-masing unit dalam postingan pada Selasa (7/7/2020), tetapi menandai keuntungan satu kali dalam bisnis display.

Baca juga: Samsung Electronics Perkirakan Pendapatan Turun karena Corona

Dikutip dari CNBC, kemungkinan peningkatan permintaan untuk chip memori membantu mengimbangi beberapa penurunan yang terlihat di bagian lain dari bisnis.

“Hasil kuartal kedua Samsung ‘sangat kuat,’ didorong oleh kekuatan dalam bisnis smartphone dan elektronik konsumen serta kekuatan yang diharapkan dalam unit memori,” kata Sanjeev Rana, seorang analis senior di CLSA, mengatakan pada CNBC.

Komponen memori yang digunakan di pusat data dan di smartphone merupakan bisnis yang menghasilkan keuntungan utama Samsung.

Rana mengatakan dia memprediksi kuartal kuat untuk raksasa teknologi Korea Selatan dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan September, didorong oleh pendapatan keseluruhan terkait memori yang lebih tinggi dan peningkatan pengiriman smartphone pada paruh kedua tahun ini.

Unit display Samsung juga kemungkinan mendapat manfaat dari memasok suku cadang ke Apple untuk iPhone 12. Meski begitu, dia memperingatkan sedikit kelemahan jangka pendek di pasar memori.

“Di babak kedua, kami mengharapkan beberapa koreksi ringan,” kata Rana, merujuk pada harga jual rata-rata chip memori.

Baca juga: Kuasai Pasar HP 5G, Samsung Jual 6,7 Juta Smartphone pada 2019

Dia menjelaskan koreksi akan bersifat sementara, paling lama berlangsung selama dua kuartal. Mungkin juga ada beberapa kelemahan pada sisi permintaan dalam waktu dekat, tetapi Rana mengatakan ia mengharapkan pemulihan pada 2021.

Para analis sebelumnya mengatakan bahwa permintaan chip memori didorong oleh pandemi virus corona, yang memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah dan melakukan pembelian online. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply