Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Robot Pijat Cerdas Siap Berikan Kenyamanan

Topcareer.id – Teknologi robotic yang terus berkembang pesat hingga kini telah membantu manusia dengan memungkinkan untuk melakukan pijat di rumah, tanpa harus bergantung pada manusia lain untuk memijat.

Perusahaan Prancis Capsix Robotics dan tim peneliti dari University of Plymouth, Inggris, telah mengembangkan robot pijat cerdas.

Capsix Robotics dan University of Plymouth masing-masing telah mengembangkan robot pemijat yang cerdas, memungkinkan kamu untuk bersantai di rumah. Model Capsix memiliki lengan robot yang dilengkapi dengan sensor dan kamera yang memungkinkannya untuk “Beradaptasi dengan bentuk tubuh pengguna.”

Diprogram oleh “Protokol pijat” yang dikembangkan oleh fisioterapis, ia mengadaptasi kecerdasannya sesuai dengan keinginan pengguna.

Baca Juga: New Zealand Luncurkan ELLA, Robot Polisi AI Pertama

Menurut François Eyssautier, perancang robot dari Capsix, lebih dari 4.000 orang yang telah mencobanya. Jika beberapa orang sedikit “Skeptis” pada awalnya, “Setelah tiga atau empat menit, mereka lupa bahwa itu robot dan merekapun rileks. Robot kini sudah tersedia untuk disewa.

Robot Universitas Plymouth bekerja mirip dengan Capsix, tetapi bisa lebih personal. Tak hanya “terbatas” pada protokol pijat yang telah diprogram, pengguna dapat mengajarkan robot untuk “Melakukan gerakan tepat yang mereka inginkan” dengan membimbing lengannya secara fisik selama latihan.

“Pengguna dapat mengajarkan kegiatan pijat robot, maka robot akan belajar dan mereproduksi mereka”, jelas Chunxu Li, yang merupakan salah satu perancang mesin.

Baca Juga: Puluhan Jurnalis Dipecat dan Digantikan Robot AI

Namun, bagi Shane Kertanegara, seorang fisioterapis di Sydney, Australia, masih ada “Jalan panjang” sebelum robot pemijat bisa sebagus manusia.

Seorang fisioterapis manusia dapat merasakan di mana di dalam tubuh klien mereka tegang dan fokus pada titik itu, tetapi robot tidak dapat mengambil keuntungan dari pengalaman sensorik ini dan menyesuaikan terapi manualnya.

Selain itu, menurutnya, karena tangan robot tidak memiliki jari, mereka tidak dapat melakukan manipulasi halus yang sama seperti pemijat manusia. “Meskipun saya yakin teknologinya akan meningkat seiring waktu,” tuturnya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply