Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 22, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Studi: Kecanduan Sosmed Bisa Munculkan Perilaku Tak Berperasaan

Media Sosial

Topcareer.id – Jangan sampai sosial media membuatmu terlena hingga menjadi candu. Menurut studi, kecanduan Facebook, Snapchat, dan platform lain tidak hanya membuatmu haus akan lebih banyak like dan pengakuan,  itu juga secara negatif mempengaruhi orang lain dalam hidupmu.

Para peneliti dari Michigan State University dan California State University-Fullerton menemukan bahwa ada sisi gelap dari penggunaan media sosial termasuk peningkatan perilaku untuk menjadi “kejam” dan “tak berperasaan.”

Dikutip dalam laman The Ladders, Dar Meshi, seorang ahli ilmu saraf kognitif dan asisten profesor di Michigan State University, mengatakan bahwa para peneliti tertarik untuk mencari tahu baik manfaat dan masalah dengan penggunaan media sosial.

“Baik Facebook dan Snapchat memiliki fitur terpisah yang membuat pengguna ingin terus kembali dan menggunakan platform ini,” kata Meshi dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Video Live di Sosmed Meningkat Saat Pandemi, Untungkan Influencer

“Kami tertarik untuk mengukur tidak hanya penggunaan bermasalah, tetapi juga penghargaan sosial tertentu yang mungkin dicari orang saat menggunakannya.”

Penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Addictive Behaviors Reports, terdiri dari 472 peserta yang dengan usia mahasiswa di mana waktu mereka diukur pada dua platform media sosial, di samping penggunaan bermasalah mereka dan seberapa sering mereka mencoba untuk berhenti dari aplikasi.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan menghabiskan lebih banyak waktu di Snapchat daripada di Facebook. Dan, di Snapchat ditemui banyak perilaku lebih bermasalah ketika partisipan mencoba upaya lebih upaya untuk keluar dai kecanduan, dibandingkan dengan Facebook.

“Hebatnya, kami melihat korelasi antara penggunaan bermasalah di kedua platform dan potensi sosial negatif – yang merupakan keinginan orang untuk berubah menjadi kejam, tak berperasaan dan menggunakan orang lain untuk keuntungan pribadi,” kata Meshi.

“Item-item survei ini menanyakan tentang kesenangan seseorang yang memalukan atau membuat marah orang lain, misalnya.”

Untuk pengguna yang lebih bermasalah, para peneliti mengatakan bahwa mereka yang masuk dalam kategori itu memiliki tingkat preferensi yang lebih tinggi untuk penghargaan potensi sosial negatif, yang berarti mereka lebih menikmati interaksi sosial negatif.

 “Mengingat temuan kami bahwa penggunaan mahasiswa Snapchat lebih bermasalah, kami pikir akan ada lebih banyak upaya untuk berhenti atau mengurangi penggunaan,” kata Meshi.**(RW)

Leave a Reply